JAKARTA, KOMPAS.com - PT Carrefour Indonesia membantah
adanya informasi yang beredar mengenai rencana Carrefour akan hengkang
dari Indonesia. Perusahaan asal Prancis itu menyatakan akan tetap
berada dan beroperasi di Indonesia
Bantahan tersebut disampaikan Satria Hamid, Head Of Public Affairs Carrefour Indonesia kepada KONTAN di
Jakarta, Rabu (5/9/2012). Satria mengaku kaget dengan adanya informasi
yang menyebutkan Carrefour ingin keluar dari Indonesia tersebut.
Tak
hanya itu itu, Satria juga membantah adanya informasi yang menyebutkan
Carrefour akan menjual bisnis ritel itu kepada pihak lain. "Tidak akan
cabut ke luar negeri dan tidak akan dijual," tegas Satria.
Alasan
Carrefour tidak cabut dari Indonesia adalah, Carrefour saat ini sudah
menjadi penyumbang ekonomi di Indonesia. "Banyak tugas yang belum kami
kerjakan. Karena itu, kami tidak akan hengkang apalagi sampai dijual
kepada pihak lain," ujarnya.
Menurut Satria, posisi saham
Carrefour Indonesia saat ini semakin kuat, karena bos Trans
Corporation, Chairul Tanjung sudah memegang saham Carrefour sebesar 40
persen. "Pak Chairul itu menjadi pemegang saham terbesar untuk
Carrefour di Indonesia," tuturnya.
Yang terjadi menurut Satria
justru sebaliknya. Carrefour akan menambah investasi baru di Indonesia
dengan cara menambah gerai baru lagi di beberapa daerah. Saat ini, kata
dia, Carrefour sudah memiliki 85 gerai. "Kami berencana tambah gerai
lagi,” katanya.
Hal yang sama juga disampaikan Head External Communication PT
Carrefour, Hendrik Andrianto. Ia mengaku tidak mengetahui ada informasi
yang menyebutkan Carrefour keluar dari Indonesia.
Sebelumnya
beredar rumor, Carrefour menutup sejumlah gerainya di berbagai negara
seperti yang terjadi di Singapura. Saat ini, Carrefour melakukan hal
serupa di Polandia dan Turki.
Sebelumnya, jaringan ritel ini juga
melepas sahamnya di Yunani menyusul langkah penyehatan neraca keuangan
jaringan hipermarketnya di Eropa yang membutuhkan pembiayaan 3 miliar
euro. (Nur Ramdhansyah A/Kontan)
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/09/05/15470290/Carrefour.Bantah.Akan.Hengkang.dari.Indonesia
Indonesia Retail Akademi, lembaga pendidikan bisnis retail. Membantu para pengusaha retail untuk memberikan pengetahuan seluk beluk bisnis ritel di Indonesia
Selasa, 20 November 2012
Carrefour Bantah Akan Hengkang dari Indonesia
CT Borong Seluruh Saham Carrefour Indonesia
KOMPAS.com — Bermodalkan dana pinjaman pembiayaan 750
juta dollar AS, konglomerat Chairul Tanjung memborong 100 persen saham
PT Carrefour Indonesia. Itu berarti perusahaan holding CT Corp menjadi pemegang seluruh saham perusahaan ritel asal Perancis tersebut.
KOMPAS.com — Bermodalkan dana pinjaman pembiayaan 750 juta dollar AS, konglomerat Chairul Tanjung memborong 100 persen saham PT Carrefour Indonesia. Itu berarti perusahaan holding CT Corp menjadi pemegang seluruh saham perusahaan ritel asal Perancis tersebut.
Sebagaimana warta Antara pada Selasa (20/11/2012), pengambilalihan saham itu terjadi kemarin. "Kami mengambil sisa 60 persen saham PT Carrefour Indonesia," kata Chairul Tanjung.
Lebih lanjut, Chairul Tanjung yang acap disapa CT itu mengatakan, melalui perusahaan Trans Retail Indonesia, CT Corp mendapat pinjaman dari 10 bank internasional untuk pembelian saham berbanderol Rp 7,2 triliun itu. Dia menyebutkan bank-bank dimaksud adalah Credit Susse, BNP Paribas, J P Morgan Securities, ING Bank, ANZ, Goldman Sachs, Deutsche Bank, Royal Bank of Scotland, Standard Chartered Bank, dan Bank of Tokyo.
"Pinjaman ini jangka waktunya tiga tahun dengan bunga 5 persen. Ini kan perusahaan asing dibeli Indonesia dengan uang asing," ujarnya.
Lebih lanjut, CT mengatakan, PT Trans Retail Indonesia masih diberi hak lima tahun untuk menggunakan merek Carrefour. Ke depan, pihaknya akan menggunakan double brand menjadi Trans Carrefour.
Chairul berharap kinerja Trans Carrefour berjalan dengan baik sehingga bisa meningkatkan pendapatan. Selain itu, tenaga kerja asing yang sebelumnya ada di PT Carrefour Indonesia akan dipertahankan terlebih dulu selama enam bulan ke depan. "Selanjutnya, kami yang menentukan mengenai tenaga kerja asing itu," katanya.
Chairul berharap kinerja Trans Carrefour berjalan dengan baik sehingga bisa meningkatkan pendapatan. Selain itu, tenaga kerja asing yang sebelumnya ada di PT Carrefour Indonesia akan dipertahankan terlebih dulu selama enam bulan ke depan. "Selanjutnya, kami yang menentukan mengenai tenaga kerja asing itu," katanya.Sejatinya, Trans Retail Indonesia sudah membeli 40 persen saham PT Carrefour Indonesia sejak dua tahun silam atau tepatnya pada April 2010. Data CT Corp menunjukkan, PT Carrefour Indonesia saat ini menguasai 40 persen pasar ritel di segmen hypermarket dan supermarket dengan jaringan operasional terdiri dari 85 gerai atau pusat perdagangan di 28 kota di Indonesia. Jumlah karyawannya 28.000 orang.
Perusahaan itu bermitra dengan lebih dari 4.000 pemasok. Dari jumlah itu, 70 persen di antaranya adalah usaha kecil dan menengah. Perusahaan itu melayani lebih dari 72 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Penjualannya melampaui 1,3 miliar dollar AS pada 2011
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/20/16250733/CT.Borong.Seluruh.Saham.Carrefour.Indonesia?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp
KOMPAS.com — Bermodalkan dana pinjaman pembiayaan 750 juta dollar AS, konglomerat Chairul Tanjung memborong 100 persen saham PT Carrefour Indonesia. Itu berarti perusahaan holding CT Corp menjadi pemegang seluruh saham perusahaan ritel asal Perancis tersebut.
Sebagaimana warta Antara pada Selasa (20/11/2012), pengambilalihan saham itu terjadi kemarin. "Kami mengambil sisa 60 persen saham PT Carrefour Indonesia," kata Chairul Tanjung.
Lebih lanjut, Chairul Tanjung yang acap disapa CT itu mengatakan, melalui perusahaan Trans Retail Indonesia, CT Corp mendapat pinjaman dari 10 bank internasional untuk pembelian saham berbanderol Rp 7,2 triliun itu. Dia menyebutkan bank-bank dimaksud adalah Credit Susse, BNP Paribas, J P Morgan Securities, ING Bank, ANZ, Goldman Sachs, Deutsche Bank, Royal Bank of Scotland, Standard Chartered Bank, dan Bank of Tokyo.
"Pinjaman ini jangka waktunya tiga tahun dengan bunga 5 persen. Ini kan perusahaan asing dibeli Indonesia dengan uang asing," ujarnya.
Lebih lanjut, CT mengatakan, PT Trans Retail Indonesia masih diberi hak lima tahun untuk menggunakan merek Carrefour. Ke depan, pihaknya akan menggunakan double brand menjadi Trans Carrefour.
Chairul berharap kinerja Trans Carrefour berjalan dengan baik sehingga bisa meningkatkan pendapatan. Selain itu, tenaga kerja asing yang sebelumnya ada di PT Carrefour Indonesia akan dipertahankan terlebih dulu selama enam bulan ke depan. "Selanjutnya, kami yang menentukan mengenai tenaga kerja asing itu," katanya.
Chairul berharap kinerja Trans Carrefour berjalan dengan baik sehingga bisa meningkatkan pendapatan. Selain itu, tenaga kerja asing yang sebelumnya ada di PT Carrefour Indonesia akan dipertahankan terlebih dulu selama enam bulan ke depan. "Selanjutnya, kami yang menentukan mengenai tenaga kerja asing itu," katanya.Sejatinya, Trans Retail Indonesia sudah membeli 40 persen saham PT Carrefour Indonesia sejak dua tahun silam atau tepatnya pada April 2010. Data CT Corp menunjukkan, PT Carrefour Indonesia saat ini menguasai 40 persen pasar ritel di segmen hypermarket dan supermarket dengan jaringan operasional terdiri dari 85 gerai atau pusat perdagangan di 28 kota di Indonesia. Jumlah karyawannya 28.000 orang.
Perusahaan itu bermitra dengan lebih dari 4.000 pemasok. Dari jumlah itu, 70 persen di antaranya adalah usaha kecil dan menengah. Perusahaan itu melayani lebih dari 72 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Penjualannya melampaui 1,3 miliar dollar AS pada 2011
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/20/16250733/CT.Borong.Seluruh.Saham.Carrefour.Indonesia?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp
Rabu, 17 Oktober 2012
Pakde Minta Pimpinan Daerah Intervensi Toko Modern
Senin, 13 Agustus 2012 17:30 WIB | Dibaca: 328 | Editor: Suyanto | Reporter : Sri Wahyunik
SURYA Online, JEMBER - Pemerintah kabupaten/kota sebaiknya mengintervensi atas maraknya toko modern berjaringan di kabupaten/kota. Demikian diungkapkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo ketika berkunjung ke Jember.
"Harus ada intervensi dari pemerintah kabupaten. Kalau dibiarkan, akan terjadi liberalisasi," ujar Pakde Karwo ketika ditanya soal maraknya toko modern berjaringan di Jember, Senin (13/8/2012).
Pemerintah provinsi, kata Pakde Karwo, telah membuat kebiakan dengan pembuatan Perda. Namun otoritas pemberian izin pendirian toko modern berjaringan adalah pemerintah kabupaten/kota. Pemprov tidak bisa membatasi kebijakan pemkab.
"Kalau jumlah toko modern berjaringan sudah sangat banyak maka Pemkab harus mengintervensi. "Harus ada pembicaraan antara perdagangan pusat dan lokal," tegasnya.
Ia mencontohkan pusat berbelanjaan raksasa Carrefour yang menerapkan sistem yang bagus karena menampung produk milik warga sekitar. Selain itu, rasio jarak juga harus diatur. "Itu bentuk intervensinya, seperti rasio jarak atau mencontoh Carrefour yang menjual produk warga sekitar. Kalau tidak begitu liberalisasi yang terjadi dan itu berbahaya," tegas Soekarwo.
http://surabaya.tribunnews.com/2012/08/13/pakde-minta-pimpinan-daerah-intervensi-toko-modern
Jenis Barang Dagangan Toko Modern Bakal Dibatasi
Tribun Jogja - Senin, 13 Agustus 2012 23:05 WIB
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Barang dagangan yang dijual di pasar modern akan dibatasi. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memproteksi supaya pasar tradisional tidak merugi. Namun demikian soal pembatasan barang dagangan itu menurut Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional Serta Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, Dwi Wahyu Budiantoro masih akan dibahas.
Selain pembatasan barang yang dijual, nantinya akan diatur juga soal harga barang yang dijual di minimarket maupun supermarket Yogyakarta. "Kalau saya usul agar harga barang di minimarket atau supermarket pakai harga sangat tinggi saja sekalian," katanya usai Rapat Paripurna pengesahan Raperda
Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional Serta Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern menjadi raperda prakarsa dewan, Senin (13/8/2012).
Dwi mengatakan Pansus juga akan mengkaji kembali kuota minimarket waralaba yang sekarang jumlahnya 52 se-Yogyakarta.
Menurut dia sebagai kota pariwisata Yogyakarta tidak bisa menutup mata terhadap keberadaan minimarket waralaba. Apalagi minimarket waralaba buka hingga 24 jam.
Namun demikian dia mengatakan yang harus dibatasi adalah toko jejaring yang didirikan di pinggiran kampung. "Kalau yang letaknya di kampung punya pengaruh mematikan pasar tradisional. Kalau yang di pusat kota saya rasa tidak," katanya. (*)
Penulis : Rina Eviana Dewi || Editor : Hanan Wiyoko
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.com
Alfamart Raih Beragam Penghargaan Menyambut HUT ke-13
Tribunnews.com - Kamis, 11 Oktober 2012 00:10 WIB
Jakarta, 10 Oktober 2012. Mengiringi hari jadinya yang ke-13 tahun di Bulan Oktober, Alfamart didapuk beberapa penghargaan baik nasional maupun internasional.
5 Kali Raih Top Brand Award. Diawali dari ajang penghargaan Top Brand Award 2012 pada awal Agustus 2012. Acara penghargaan yang sudah ketigabelas kalinya digelar oleh Lembaga Riset Frontier Consulting Group dan majalah Marketing tersebut, Alfamart sukses membawa pulang penghargaan Top Brand 2012 di kategori Minimarket. Penghargaan tersebut merupakan kelima kalinya bagi Alfamart.
5 Kali Raih IBBA Award. Di pertengahan September 2012, Alfamart pun berhasil menggondol penghargaan sebagai minimarket terbaik dalam ajang Indonesia Best Brand Award (IBBA) yang digelar oleh lembaga survei MARS dan Majalah SWAsembada. Penghargaan ini juga untuk yang kelima kalinya secara berturut-turut diraih oleh Alfamart sejak tahun 2008. Masih dalam ajang yang sama, founder Alfamart Djoko Susanto juga dianugrahkan penghargaan sebagai ‘Indonesia Best Brand Builder Achievement 2012’.
Social Media Award 2012. Memasuki Bulan Oktober, Alfamart juga didaulat untuk menerima penghargaan Sosial Media Award 2012 yang digagas oleh Majalah Marketing, Digital Marketing, serta lembaga survei independent Frontier Consulting Group dan didukung oleh MediaWave Social Media Monitoring Platform.
Jam Buka Toko Modern Akan Dibatasi
Jam Buka Toko Modern Akan Dibatasi
Tribun Jogja - Senin, 15 Oktober 2012 20:31 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Kisruh penertiban toko modern di wilayah bantul belum selesai. Sebelumnya, pedagang pasar Piyungan telah melayangkan protes terhadap Satpol PP perihal belum ditutupnya sebuah toko modern di daerah Srimartani yang jelas-jelas melanggar Perda No 16 tahun 2010 tentang pengelolaan pasar.
Kali ini Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Bantul boleh sedikit lega, harapan mereka mengenai peraturan jam buka toko modern akan segera terealisasi.
Menurut Ketua Panitia Khusus (Pansus), Ichwan Tamrin, perubahan Perda No 16 tahun 2010 tentang Pengelolaan Pasar dan Pengendalian Toko Modern, mengatur bahwa jam buka toko modern yang berdekatan dengan pasar tradisional akan dibatasi mulai pukul 09.00 hingga pukul 24.00 WIB.
"Usulan para pedagang memang mulai buka pukul 10.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB," ujarnya pembahasan dalam pansus, Senin (15/10/2012).
Ia menambahkan, setelah mempertimbangkan sejumlah aspek, Pansus menetapkan jam operasi toko mulai pukul 09.00 hingga pukul 24.00 WIB.
"Sudah kami bahas dalam agenda rapat pansus hari ini dan semua anggota Pansus menyatakan setuju, jam buka tersebut hanya berlaku untuk toko modern yang jaraknya kurang dari tiga kilometer sesuai perda no 16 tahun 2010," ungkapnya.
Sementara itu, bagi toko yang letaknya tidak berdekatan dengan pasar tradisional diperbolehkan beroperasi selama 24 jam.
Mengenai sejumlah toko modern yang berdekatan dengan pasar sementara masa berlaku perizinannya telah habis, mereka masih dapat melakukan perpanjangan izin. "Bisa diperpanjang karena keberadaan sejumlah toko tersebut mendahului lahirnya Perda No.16 tahun 2010," paparnya.
Nantinya, dalam Perubahan Perda No 16 tahun 2010 bakal dicantumkan definisi toko modern. Sehingga, persoalan toko modern yang sempat menimbulkan polemik dapat dipahami.
"Di luar UMKM dan Koperasi, namanya toko modern," ujar Wakil Ketua Pansus, Yudha.
Lanjutnya, belakangan ini di Kabupaten Bantul telah menjamur toko-toko yang memiliki desain mirip toko modern, namun menggunakan modal yang terbatas, maka ketentuannya tidak disamakan dengan toko modern.
"Parameternya menggunakan besaran modal yang digunakan. Bila modal di atas Rp 500 Juta maka masuk kategori toko modern, dan modal di bawahnya masuknya dalam kategori UMKM," paparnya. (*)
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Kisruh penertiban toko modern di wilayah bantul belum selesai. Sebelumnya, pedagang pasar Piyungan telah melayangkan protes terhadap Satpol PP perihal belum ditutupnya sebuah toko modern di daerah Srimartani yang jelas-jelas melanggar Perda No 16 tahun 2010 tentang pengelolaan pasar.
Kali ini Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Bantul boleh sedikit lega, harapan mereka mengenai peraturan jam buka toko modern akan segera terealisasi.
Menurut Ketua Panitia Khusus (Pansus), Ichwan Tamrin, perubahan Perda No 16 tahun 2010 tentang Pengelolaan Pasar dan Pengendalian Toko Modern, mengatur bahwa jam buka toko modern yang berdekatan dengan pasar tradisional akan dibatasi mulai pukul 09.00 hingga pukul 24.00 WIB.
"Usulan para pedagang memang mulai buka pukul 10.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB," ujarnya pembahasan dalam pansus, Senin (15/10/2012).
Ia menambahkan, setelah mempertimbangkan sejumlah aspek, Pansus menetapkan jam operasi toko mulai pukul 09.00 hingga pukul 24.00 WIB.
"Sudah kami bahas dalam agenda rapat pansus hari ini dan semua anggota Pansus menyatakan setuju, jam buka tersebut hanya berlaku untuk toko modern yang jaraknya kurang dari tiga kilometer sesuai perda no 16 tahun 2010," ungkapnya.
Sementara itu, bagi toko yang letaknya tidak berdekatan dengan pasar tradisional diperbolehkan beroperasi selama 24 jam.
Mengenai sejumlah toko modern yang berdekatan dengan pasar sementara masa berlaku perizinannya telah habis, mereka masih dapat melakukan perpanjangan izin. "Bisa diperpanjang karena keberadaan sejumlah toko tersebut mendahului lahirnya Perda No.16 tahun 2010," paparnya.
Nantinya, dalam Perubahan Perda No 16 tahun 2010 bakal dicantumkan definisi toko modern. Sehingga, persoalan toko modern yang sempat menimbulkan polemik dapat dipahami.
"Di luar UMKM dan Koperasi, namanya toko modern," ujar Wakil Ketua Pansus, Yudha.
Lanjutnya, belakangan ini di Kabupaten Bantul telah menjamur toko-toko yang memiliki desain mirip toko modern, namun menggunakan modal yang terbatas, maka ketentuannya tidak disamakan dengan toko modern.
"Parameternya menggunakan besaran modal yang digunakan. Bila modal di atas Rp 500 Juta maka masuk kategori toko modern, dan modal di bawahnya masuknya dalam kategori UMKM," paparnya. (*)
Rabu, 03 Oktober 2012
Seminar Cara Jitu Jadi Pengusaha Retail
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/07/09/123658/Seminar-Cara-Jitu-Jadi-Pengusaha-Retail
SEMARANG, suaramerdeka.com - Kehadiran modern retail (minimarket) menjadikan persaingan dagang semakin ketat. Dari itulah kemudian muncul tuntutan bagi para owner retail berkonsep tradisional untuk melakukan perubahan. Tanpa upaya itu maka peluang terhimpit semakin besar.
Mantan General Manager minimarket modern Indonesia Iswarin pada Seminar Cara Jitu menjadi Pengusaha Retail yang diselenggarakan oleh DIVI EO dan Suara Merdaka yang akan berlangsung di Hotel Horison Simpanglima Semarang Jumat (14/7) pukul 17.00 akan mengupas tuntas strategi memulai bisnis retail.
"Pada seminar itu, saya akan memberikan cara bagaimana membuat toko konvensional (kelontong, bahan bangunan, accessories) menjadi sebuah toko dengan system manajemen modern layaknya minimarket ternama. Jika ingin membuat/memulai bisnis retail agar ramai pelanggan, laba naik terus, manajemen rapi, hati tenang, bisa liburan dan toko tetap buka, maka mengikuti acara ini tidaklah rugi," papar konsultan retail Nasional yang sudah pengalaman lebih dari 20 tahun itu.
Selain itu, Iswarin yang juga pemilik www.iswarin.com akan memberikan materi seputar bisnis retail seperti pemilihan lokasi, desain toko, lay out barang, cara promosi yang hemat tapi dahsyat, merancang system, membuat SOP dan software yang terintegrasi.
"Seminar ini akan sangat membantu bagi masyarakat yang sedang dan akan berbisnis minimarket/supermarket/toserba, toko bahan bangunan, fashion/FOP/distro/dept store, accessories/seluler. Tiketnya hanya Rp 99 ribu untuk 100 pembeli pertama, selanjutnya Rp 150 ribu. Biaya bisa di transfer BCA nomor rekening 3270315975 atas nama Yosef R Setyawan, bukti transfer sebagai tiket yang sah. Cara mendaftar cukup sms dengan format NAMA#RETAIL#SEMARANG dan kirim ke 087812814148," paparnya.
SEMARANG, suaramerdeka.com - Kehadiran modern retail (minimarket) menjadikan persaingan dagang semakin ketat. Dari itulah kemudian muncul tuntutan bagi para owner retail berkonsep tradisional untuk melakukan perubahan. Tanpa upaya itu maka peluang terhimpit semakin besar.
Mantan General Manager minimarket modern Indonesia Iswarin pada Seminar Cara Jitu menjadi Pengusaha Retail yang diselenggarakan oleh DIVI EO dan Suara Merdaka yang akan berlangsung di Hotel Horison Simpanglima Semarang Jumat (14/7) pukul 17.00 akan mengupas tuntas strategi memulai bisnis retail.
"Pada seminar itu, saya akan memberikan cara bagaimana membuat toko konvensional (kelontong, bahan bangunan, accessories) menjadi sebuah toko dengan system manajemen modern layaknya minimarket ternama. Jika ingin membuat/memulai bisnis retail agar ramai pelanggan, laba naik terus, manajemen rapi, hati tenang, bisa liburan dan toko tetap buka, maka mengikuti acara ini tidaklah rugi," papar konsultan retail Nasional yang sudah pengalaman lebih dari 20 tahun itu.
Selain itu, Iswarin yang juga pemilik www.iswarin.com akan memberikan materi seputar bisnis retail seperti pemilihan lokasi, desain toko, lay out barang, cara promosi yang hemat tapi dahsyat, merancang system, membuat SOP dan software yang terintegrasi.
"Seminar ini akan sangat membantu bagi masyarakat yang sedang dan akan berbisnis minimarket/supermarket/toserba, toko bahan bangunan, fashion/FOP/distro/dept store, accessories/seluler. Tiketnya hanya Rp 99 ribu untuk 100 pembeli pertama, selanjutnya Rp 150 ribu. Biaya bisa di transfer BCA nomor rekening 3270315975 atas nama Yosef R Setyawan, bukti transfer sebagai tiket yang sah. Cara mendaftar cukup sms dengan format NAMA#RETAIL#SEMARANG dan kirim ke 087812814148," paparnya.
Gerobak Sayur Jadi Favorit Tempat Belanja
JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Indonesia kini
memiliki tempat alternatif untuk berbelanja. Bila biasanya masyarakat
memfavoritkan belanja di supermarket, kini mereka berbelanja di gerobak
sayur.
Executive Director Consumer Research and Shopper Practice Lead Nielsen Indonesia Karmelia Nurdjalim menjelaskan toko tradisional tetap menjadi format yang paling sering dikunjungi. Namun frekuensi kunjungan ke pasar basah dan gerobak sayur kini juga meningkat.
"Meski sama-sama punya uang, masyarakat mencari kenyamanan dalam berbelanja. Gerobak sayur dianggap sebagai tempat yang paling nyaman untuk berbelanja,"
Menurut Karmelia, masyarakat lebih menyukai berbelanja di tukang gerobak sayur karena disebabkan tukang sayur tersebut mendatangi konsumen. Beda dengan saat kita berbelanja ke warung, grosir atau supermarket, maka konsumen yang harus mendatangi tempat tersebut.
Selain masalah tempat, tukang gerobak sayur ini akan dengan mudah mencarikan pesanan yang pelanggan minta. Apalagi bila sudah akrab dengan tukang tersebut, maka pesanan apapun akan dicarikan.
Di zaman teknologi sekarang ini, tukang sayur juga sudah memiliki ponsel, sehingga bisa pesan dengan gampang. Bila sudah akrab, akan dapat diskon lagi," tambahnya.
Berdasarkan hasil survei Nielsen, toko tradisional (warung kelontong) memang masih menjadi favorit masyarakat untuk berbelanja. Namun frekuensi belanja masyarakat per bulan setiap tahunnya justru menurun.
Mereka berbelanja di toko tradisional sebanyak 25 kali sebulan (2009), 25 kali sebulan (2010) dan 24 kali sebulan (2011). Sementara gerobak sayur sebanyak 19 kali sebulan (2009), 21 kali sebulan (2010) dan 25 kali sebulan (2011). Sementara bila di pasar basah hanya 12 kali sebulan (2009), 15 kali sebulan (2010) dan 16 kali sebulan (2011).
Di minimarket sebanyak 7 kali sebulan (2009), 7 kali sebulan (2010) dan 7 kali sebulan (2011). Sedangkan di supermarket sebanyak 3 kali sebulan (2009), 2 kali sebulan (2010) dan 3 kali sebulan (2011) dan di Hypermarket dalam tiga tahun berturut-turut hanya 2 kali per bulan.
"Kebanyakan mereka masih berbelanja kebutuhan sehari-hari seperti sayur dan buah segar, daging dan seafood," katanya. Survei Nielsen ini dilakukan pada 8 Oktober hingga 23 November 2011. Survei dilakukan pada 1.500 responden dengan usia 15-65 tahun di Jadetabek, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan dan Semarang.
http://nasional.kompas.com/read/2012/07/26/12141724/Gerobak.Sayur.Jadi.Favorit.Tempat.Belanja
Executive Director Consumer Research and Shopper Practice Lead Nielsen Indonesia Karmelia Nurdjalim menjelaskan toko tradisional tetap menjadi format yang paling sering dikunjungi. Namun frekuensi kunjungan ke pasar basah dan gerobak sayur kini juga meningkat.
"Meski sama-sama punya uang, masyarakat mencari kenyamanan dalam berbelanja. Gerobak sayur dianggap sebagai tempat yang paling nyaman untuk berbelanja,"
Menurut Karmelia, masyarakat lebih menyukai berbelanja di tukang gerobak sayur karena disebabkan tukang sayur tersebut mendatangi konsumen. Beda dengan saat kita berbelanja ke warung, grosir atau supermarket, maka konsumen yang harus mendatangi tempat tersebut.
Selain masalah tempat, tukang gerobak sayur ini akan dengan mudah mencarikan pesanan yang pelanggan minta. Apalagi bila sudah akrab dengan tukang tersebut, maka pesanan apapun akan dicarikan.
Di zaman teknologi sekarang ini, tukang sayur juga sudah memiliki ponsel, sehingga bisa pesan dengan gampang. Bila sudah akrab, akan dapat diskon lagi," tambahnya.
Berdasarkan hasil survei Nielsen, toko tradisional (warung kelontong) memang masih menjadi favorit masyarakat untuk berbelanja. Namun frekuensi belanja masyarakat per bulan setiap tahunnya justru menurun.
Mereka berbelanja di toko tradisional sebanyak 25 kali sebulan (2009), 25 kali sebulan (2010) dan 24 kali sebulan (2011). Sementara gerobak sayur sebanyak 19 kali sebulan (2009), 21 kali sebulan (2010) dan 25 kali sebulan (2011). Sementara bila di pasar basah hanya 12 kali sebulan (2009), 15 kali sebulan (2010) dan 16 kali sebulan (2011).
Di minimarket sebanyak 7 kali sebulan (2009), 7 kali sebulan (2010) dan 7 kali sebulan (2011). Sedangkan di supermarket sebanyak 3 kali sebulan (2009), 2 kali sebulan (2010) dan 3 kali sebulan (2011) dan di Hypermarket dalam tiga tahun berturut-turut hanya 2 kali per bulan.
"Kebanyakan mereka masih berbelanja kebutuhan sehari-hari seperti sayur dan buah segar, daging dan seafood," katanya. Survei Nielsen ini dilakukan pada 8 Oktober hingga 23 November 2011. Survei dilakukan pada 1.500 responden dengan usia 15-65 tahun di Jadetabek, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan dan Semarang.
Editor :
Pepih Nugraha
http://nasional.kompas.com/read/2012/07/26/12141724/Gerobak.Sayur.Jadi.Favorit.Tempat.Belanja
Ini yang Membuat Kantong Anda 'Bobol' Saat Belanja di Minimarket
Bagus Kurniawan - detikfinance
Yogyakarta - Pernahkah anda membeli sesuatu atau barang di luar yang direncanakan saat berada di sebuah toko modoren seperti minimarket? Jika pernah, itulah yang dinamakan efek impulse atau pembelian yang dilakukan secara tak terencana.
Pembelian yang tidak terencana ini disebabkan reaksi emosial yang dilakukan di lokasi belanja dan dibeli bukan karena teringat, saran atau kebiasaan. Faktor kenyamanan sebuah toko itu menjadi salah satu penyebab terjadinya pembelian impulse.
"Faktor emosi sebelum memasuki toko dan kenyamanan lingkungan toko mempengaruhi seseorang membeli sesuatu di luar yang direncanakan," kata Gancar Candra Premananto dalam ujian terbuka promosi doktor di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (27/2/2012).
Dari hasil penelitian yang dilakukannya, efek impulse diketahui rata-rata 15,5% dari seluruh total belanja dan menghabiskan sekitar 16,5% dari seluruh uang yang dibelanjakan. Pembelian tidak direncanakan dipengaruhi pula oleh sifat impulsivitas seseorang dan faktor lingkungan toko yang dimediasi oleh emosi positif.
Menurut dia pengelolaan lingkungan toko menjadi faktor yang membuat seseorang ingin berbelanja sebanyak-banyaknya. Semakin baik penampilan toko atau minimarket menjadikan pembeli memiliki tingkat impulsivitas tinggi.
Pembelian tidak direncanakan itu seringkali menimbulkan rasa senang bagi pembelinya. Namun di sisi lain juga menimbulkan rasa sesal dari aspek finansial.
"Pengelolaan toko yang baik dan nyaman menjadikan pembeli merasa lebih nyaman untuk berlama-lama di toko. Setelah itu dapat memicu pembelian impulse," kata staf pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga itu.
Menurut dia dari sudut pandang konsumerisme, pembelian berlebihan atau pembelian yang menonjolkan pada gaya hidup yang tidak hemat ini tengah menjadi sorotan. Namun sifat impulsivitas sebagai penentu utama rasa senang menunjukkan bahwa pembelian impuls sulit untuk dicegah.
"Berbelanja dapat meningkatkan hormon endorphin yang membuat seseorang bahagia," pungkas dia
Yogyakarta - Pernahkah anda membeli sesuatu atau barang di luar yang direncanakan saat berada di sebuah toko modoren seperti minimarket? Jika pernah, itulah yang dinamakan efek impulse atau pembelian yang dilakukan secara tak terencana.
Pembelian yang tidak terencana ini disebabkan reaksi emosial yang dilakukan di lokasi belanja dan dibeli bukan karena teringat, saran atau kebiasaan. Faktor kenyamanan sebuah toko itu menjadi salah satu penyebab terjadinya pembelian impulse.
"Faktor emosi sebelum memasuki toko dan kenyamanan lingkungan toko mempengaruhi seseorang membeli sesuatu di luar yang direncanakan," kata Gancar Candra Premananto dalam ujian terbuka promosi doktor di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (27/2/2012).
Dari hasil penelitian yang dilakukannya, efek impulse diketahui rata-rata 15,5% dari seluruh total belanja dan menghabiskan sekitar 16,5% dari seluruh uang yang dibelanjakan. Pembelian tidak direncanakan dipengaruhi pula oleh sifat impulsivitas seseorang dan faktor lingkungan toko yang dimediasi oleh emosi positif.
Menurut dia pengelolaan lingkungan toko menjadi faktor yang membuat seseorang ingin berbelanja sebanyak-banyaknya. Semakin baik penampilan toko atau minimarket menjadikan pembeli memiliki tingkat impulsivitas tinggi.
Pembelian tidak direncanakan itu seringkali menimbulkan rasa senang bagi pembelinya. Namun di sisi lain juga menimbulkan rasa sesal dari aspek finansial.
"Pengelolaan toko yang baik dan nyaman menjadikan pembeli merasa lebih nyaman untuk berlama-lama di toko. Setelah itu dapat memicu pembelian impulse," kata staf pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga itu.
Menurut dia dari sudut pandang konsumerisme, pembelian berlebihan atau pembelian yang menonjolkan pada gaya hidup yang tidak hemat ini tengah menjadi sorotan. Namun sifat impulsivitas sebagai penentu utama rasa senang menunjukkan bahwa pembelian impuls sulit untuk dicegah.
"Berbelanja dapat meningkatkan hormon endorphin yang membuat seseorang bahagia," pungkas dia
Indomaret, Alfamart & 7-Eleven Tak akan 'Bunuh' Pasar Tradisional
Ramdhania El Hida - detikfinance
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai berkembangnya ritel moderen saat ini tidak akan mematikan usaha pasar tradisional. Pasalnya, kedua jenis pasar ini memiliki segmentasi pasar yang berbeda.
Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid Ahmadi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (22/5/2012).
"Kalau dibilang mematikan saya paling tidak sepaham, justru yang kita lihat minimarket ini konsepnya kan bisa bermitra dengan orang-orang di wilayah itu, ini yang dikembangkan orang-orang minimarket, kayak sevel (7-Eleven), ya mereka bisa melayani konsumen mereka," jelasnya.
Menurut Satria, pasar modern saling bersaing dengan pasar moderen lain. Demi memenangkan persaingan tersebut maka sesama pasar modern ini harus memberikan perbedaan produk guna menarik konsumen sebanyak-banyaknya.
"Kembali kalau dibilang mematikan, saya tidak. Tidak serta mematikan karena pesaing dari pasar modern itu, sevel, indomaret, alfamart, itu pesaingnya yang moderen, tidak yang tradisional. Punya segmentasi yang berbeda, jadi pesaing kita itu bukan tradisional tetapi sama yang modern, bagaimana kita menyediakan produk yang baik, diferensiasi produk dengan toko sebelahnya itu," ujarnya.
Namun, lanjut Satria, pasar tradisional pun harus bebenah diri guna memberikan daya tarik bagi konsumen. "Pasar tradisional ini harus didorong, didorong ini pun tidak mudah, ada SDM di situ, ada manajemen, aksesnya pun luar biasa di daerah berlian, tapi tata kelola di tradisional perlu diperhatikan," ujarnya.
Pasar tradisional pun dapat bekerja sama dengan pasar moderen, seperti dalam mengelola ritel untuk pasar tradisional.
"Banyak yang bisa digagas, misal sumber daya pasar itu sendiri, kita bisa jadi think tank bagi mereka untuk mengajarkan bagaimana manajemen retail, pemerintah sudah atur semuanya," pungkasnya.
http://finance.detik.com/read/2012/05/22/151606/1921873/4/indomaret-alfamart-7-eleven-tak-akan-bunuh-pasar-tradisional?
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai berkembangnya ritel moderen saat ini tidak akan mematikan usaha pasar tradisional. Pasalnya, kedua jenis pasar ini memiliki segmentasi pasar yang berbeda.
Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid Ahmadi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (22/5/2012).
"Kalau dibilang mematikan saya paling tidak sepaham, justru yang kita lihat minimarket ini konsepnya kan bisa bermitra dengan orang-orang di wilayah itu, ini yang dikembangkan orang-orang minimarket, kayak sevel (7-Eleven), ya mereka bisa melayani konsumen mereka," jelasnya.
Menurut Satria, pasar modern saling bersaing dengan pasar moderen lain. Demi memenangkan persaingan tersebut maka sesama pasar modern ini harus memberikan perbedaan produk guna menarik konsumen sebanyak-banyaknya.
"Kembali kalau dibilang mematikan, saya tidak. Tidak serta mematikan karena pesaing dari pasar modern itu, sevel, indomaret, alfamart, itu pesaingnya yang moderen, tidak yang tradisional. Punya segmentasi yang berbeda, jadi pesaing kita itu bukan tradisional tetapi sama yang modern, bagaimana kita menyediakan produk yang baik, diferensiasi produk dengan toko sebelahnya itu," ujarnya.
Namun, lanjut Satria, pasar tradisional pun harus bebenah diri guna memberikan daya tarik bagi konsumen. "Pasar tradisional ini harus didorong, didorong ini pun tidak mudah, ada SDM di situ, ada manajemen, aksesnya pun luar biasa di daerah berlian, tapi tata kelola di tradisional perlu diperhatikan," ujarnya.
Pasar tradisional pun dapat bekerja sama dengan pasar moderen, seperti dalam mengelola ritel untuk pasar tradisional.
"Banyak yang bisa digagas, misal sumber daya pasar itu sendiri, kita bisa jadi think tank bagi mereka untuk mengajarkan bagaimana manajemen retail, pemerintah sudah atur semuanya," pungkasnya.
http://finance.detik.com/read/2012/05/22/151606/1921873/4/indomaret-alfamart-7-eleven-tak-akan-bunuh-pasar-tradisional?
Rak Supermarket
http://finance.detik.com/read/2012/05/22/191145/1922186/4/produk-impor-di-rak-rak-toko-ritel-akan-dibatasi?
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mengeluarkan aturan pembatasan produk impor di pasar ritel dan pusat perbelanjaan. Hal ini guna menjaga industri dalam negeri dari serbuan produk impor.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo menyatakan pihaknya tengah mempersiapkan penyempurnaan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 53 tahun 2008 tentang pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko moderen. Dalam aturan baru, nantinya terdapat pembatasan produk impor untuk pasar ritel. Nantinya akan ada pengaturan komposisi barang-barang impor dalam setiap rak toko ritel atau perbelanjaan.
"Kita kan dalam satu gerai ada rak-rak, dalam rak itu kita bisa hitung berapa produk dalam negeri yang ada di situ, kalau kita lihat misalkan lihat nilai maka akan berat karena kita harus menjadi auditor lagi kan capek. Kalau ini kan semua bisa lihat dan laporkan," ujar Gunaryo di kantornya, Jalan MI Ridwan rais, Jakarta, Selasa (22/5/2012).
Namun, lanjut Gunaryo, aturan ini akan berlaku tidak secara general sehingga untuk ritel asing masih bisa mengimpor barang-barang dagangannya. Pasalnya, ada beberapa toko di Indonesia yang hanya khusus menjual barang-barang impor.
"Ya misalkan ada toko seperti Zara, itu kan 100 persen impor, tapi itu case by case, nggak bisa aturan general, tapi ada semangat, kalau Mark and Spencer dilarang nggak mungkin, nanti ada treatmentnya tapi case by case," jelasnya.
Nantinya, untuk mengawasi aliran produk impor itu, pemerintah akan menyewa surveyor atau lembaga verifikasi.
"Sudah pasti kita pakai uang negara menugaskan surveyor untuk mengawal nanti. Misalkan dikirim di Tanjung Priok maka bisa dicatat, sampai ke provinsi yang disalurkan," ujarnya.
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mengeluarkan aturan pembatasan produk impor di pasar ritel dan pusat perbelanjaan. Hal ini guna menjaga industri dalam negeri dari serbuan produk impor.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo menyatakan pihaknya tengah mempersiapkan penyempurnaan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 53 tahun 2008 tentang pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko moderen. Dalam aturan baru, nantinya terdapat pembatasan produk impor untuk pasar ritel. Nantinya akan ada pengaturan komposisi barang-barang impor dalam setiap rak toko ritel atau perbelanjaan.
"Kita kan dalam satu gerai ada rak-rak, dalam rak itu kita bisa hitung berapa produk dalam negeri yang ada di situ, kalau kita lihat misalkan lihat nilai maka akan berat karena kita harus menjadi auditor lagi kan capek. Kalau ini kan semua bisa lihat dan laporkan," ujar Gunaryo di kantornya, Jalan MI Ridwan rais, Jakarta, Selasa (22/5/2012).
Namun, lanjut Gunaryo, aturan ini akan berlaku tidak secara general sehingga untuk ritel asing masih bisa mengimpor barang-barang dagangannya. Pasalnya, ada beberapa toko di Indonesia yang hanya khusus menjual barang-barang impor.
"Ya misalkan ada toko seperti Zara, itu kan 100 persen impor, tapi itu case by case, nggak bisa aturan general, tapi ada semangat, kalau Mark and Spencer dilarang nggak mungkin, nanti ada treatmentnya tapi case by case," jelasnya.
Nantinya, untuk mengawasi aliran produk impor itu, pemerintah akan menyewa surveyor atau lembaga verifikasi.
"Sudah pasti kita pakai uang negara menugaskan surveyor untuk mengawal nanti. Misalkan dikirim di Tanjung Priok maka bisa dicatat, sampai ke provinsi yang disalurkan," ujarnya.
PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan menggeluti bisnis grosir dan ritel mulai tahun depan
Ini Alasan BUMN RNI Masuk Bisnis Ritel
Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Jakarta - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan
menggeluti bisnis grosir dan ritel mulai tahun depan. RNI akan membuat 1
unit gerai Rajawali Grosir dan 4 unit gerai Rajawali Mart. Apa alasan
perseroan?
Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro mengatakan selain ingin memasuki pasar retail dan grosir. RNI juga berharap dapat memberikan nilai tambah terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh anak usaha RNI.
"Dalam rangka meningkatkan added value hasil yang diproduksi anak usah RNI seperti gula dan minyak goreng serta sebagai outlet untuk menjual obat-obat yang dihasilkan RNI," kata Ismed kepada detikFinance, Kamis (27/9/2012)
Ismed menegaskan, RNI siap bersaing dengan raksasa retail dan grosir seperti Carrefour dan Alfamart yang telah dulu bercokol.
Ia juga optimistis, RNI bisa membuka 4 gerai Rajawali Grosir dan 15 Gerai Rajawali Mart di kota-kota besar Indonesia seperti Malang, Sidoarjo, Cirebon, Makassar, Surabaya, Denpasar, Jogja, Solo serta kota besar lainnya hingga akhir tahun 2013.
Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro mengatakan selain ingin memasuki pasar retail dan grosir. RNI juga berharap dapat memberikan nilai tambah terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh anak usaha RNI.
"Dalam rangka meningkatkan added value hasil yang diproduksi anak usah RNI seperti gula dan minyak goreng serta sebagai outlet untuk menjual obat-obat yang dihasilkan RNI," kata Ismed kepada detikFinance, Kamis (27/9/2012)
Ismed menegaskan, RNI siap bersaing dengan raksasa retail dan grosir seperti Carrefour dan Alfamart yang telah dulu bercokol.
Ia juga optimistis, RNI bisa membuka 4 gerai Rajawali Grosir dan 15 Gerai Rajawali Mart di kota-kota besar Indonesia seperti Malang, Sidoarjo, Cirebon, Makassar, Surabaya, Denpasar, Jogja, Solo serta kota besar lainnya hingga akhir tahun 2013.
Investasi yang diperlukan untuk mendirikan 1 unit Rajawali Mart mencapai Rp 350 juta hingga Rp 500 juta.
"Kalau Rajawali Grosir 1 unitnya sampai Rp 1 miliar dengan asumsi gedung telah kita miliki," sambungnya.
"Kalau Rajawali Grosir 1 unitnya sampai Rp 1 miliar dengan asumsi gedung telah kita miliki," sambungnya.
http://finance.detik.com/read/2012/09/27/173631/2041037/4/ini-alasan-bumn-rni-masuk-bisnis-ritel
Kadin: Peritel Modern Jangan Masuk ke Desa
BISNIS
Kadin: Peritel Modern Jangan Masuk ke Desa
Industri berkonsep waralaba modern harus mempertimbangkan UMKM.
VIVAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta kepada pemerintah untuk mengatur ekspansi perusahaan ritel modern yang saat ini sudah merambah ke desa-desa. Berkembangnya perusahaan ritel modern tersebut mengakibatkan pengusaha atau pedagang kecil tersingkirkan."Jangan sampai peritel modern dengan konsep waralaba itu bebas masuk sampai ke desa-desa. Industri berkonsep waralaba modern itu harus mempertimbangkan keadaan UMKM," kata Didi Suwondo, wakil ketua umum Kadin bidang IT, Telekomunikasi, Penyiaran dan Ristek di sela Rapimnas Kadin di Yogyakarta, Rabu 3 Oktober 2012.
Menurut dia, industri pasar modern dengan sistem waralaba itu harus diatur mekanisme pasarnya di daerah-daerah. Sebab, ekspansi itu bisa mengancam keberadaan pasar-pasar tradisional sebagai ruang pemasaran bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Diharapkan peritel modern ini tidak masuk secara bebas dan begitu saja. Tetapi, minimal harus ada kerja sama dengan pengusaha-pengusaha daerah," tuturnya.
Ia menuturkan, sesuai arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat pembukaan Rapimnas Kadin di Jakarta, kemarin, Indonesia harus mementingkan pemerataan pembangunan. Salah satunya dengan mendukung pengusaha-pengusaha kecil di daerah untuk berkembang.
"Kami mengembangkan UMKM dalam rangka pengembangan perekonomian daerah. Di beberapa daerah akan segera dibangun pasar induk," kata Didi.
Sementara itu, untuk mendukung pengusaha-pengusaha kecil di daerah, Kadin menjalin kerja sama dangan Kementerian Perdagangan untuk melaksanakan program-program pengembangan perekonomian.
http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/356464-kadin--peritel-modern-jangan-masuk-ke-desa
Jumat, 07 September 2012
Satu Ritel di tiap Kecamatan
Mulai April 2011 hanya Satu Ritel Modern di Tiap Kecamatan
Senin, 24 Januari 2011 23:41 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Adrozen AhmadTRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Menjamurnya ritel modern hingga ke desa-desa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), membuat wakil rakyat di DPRD DIY merasa perlu membuat aturan pembatasan. Saat ini, Peraturan Daerah (Perda) untuk itu sedang digodog dewan, dan rencananya pada April 2011, sudah bias digedok.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi DIY yang juga Ketua F-PKS, Sumiyanto menegaskan, pemerintah diminta membatasi ritel modern di tingkat kecamatan. “Bagaimana mungkin di satu ruas jalan ada tiga atau empat ritel modern. Itu kan meresahkan," ujar Ahmad Sumiyanto, Senin (24/1/2011).
Dengan demikian, lanjut Sumiyanto, keberadaan ritel moderen harus segera dibatasi. Karena ekspansi besar-besaran tersebut bisa mematikan perekonomian rakyat kecil. “Cukup satu saja di tiap kecamatan,” tambahnya.
Beberapa poin itu, lanjutnya, masuk dalam Raperda yang kini sedang digodog dewan. "Lebih cepat lebih baik. Kalau kelamaan, mereka sudah ekspansi duluan. Maret hingga April tahun ini, tuntas," kata Sumiyanto.
Selain memberikan ruang usaha, pemerintah juga diminta untuk meningkakan profesionalitas, dan manajemennya para penguasaha kecil. “Program stimulasi modal untuk mereka juga perlu,” tambah Sumiyanto. (*)http://jogja.tribunnews.com/m/index.php/2011/01/24/mulai-april-2011-hanya-satu-ritel-modern-di-tiap-kecamatan
Mini market Pengkap Bantul
Mini Market BUMD Bantul Mengkhawatirkan
Senin, 28 November 2011 23:03 WIB

Laporan Reporter Tribun Jogja, Bakti Buwono
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL -
Kinerja BUMD Aneka Dharma Bantul yang buruk, membuat risih Bupati
Bantul Sri Surya Widati. Sejak dibentuk BUMD itu tidak menghasilkan
Pendapatan Asli Daerah. Bahkan, beberapa usahanya, misalnya, bengkel
tidak jalan, percetakan jalan seadanya, mini market sepi, hingga
fotocopy tidak berjalan baik.
"Kemarin-kemarin
sempat ada yang komentar masuk bengkel bagus, keluar jelek," katanya di
kompleks kantor Bupati Bantul, Senin (28/11/2011).
Kinerja
yang tidak memuaskan itu membuatnya mengkaji masa depan Aneka Dharma.
Misalnya, jika mini market tidak menghasilkan apapun lebih baik ditutup
dan pengkajian lainnya.
Bahkan pihaknya juga
menurunkan tiga pengawas di perusahaan yang dipegang saudara jauhnya,
Farid Hilmi, itu hingga masa jabatannya habis pada akhir tahun ini.
"Mungkin Farid itu memang bukan basic bisnis, dengan kekurangannya itu memang belum bisa menghasilkan PAD," ujarnya. (*)
http://jogja.tribunnews.com/m/index.php/2011/11/28/mini-market-bumd-bantul-mengkhawatirkan
Sabtu, 14 Juli 2012
Ministop, Minimarket Jepang, Serbu RI dengan Membuka 300 Gerai
Ministop, Minimarket Jepang, Serbu RI dengan Membuka 300 Gerai
Eben Ezer Siadari

Ministop
Pasar Indonesia dijajah asing.
TOKYO, Jaringnews.com - Ministop.Co, operator minimarket asal Jepang mengumumkan akan menggarap pasar ritel Indonesia dengan membuka sedikitnya 300 gerai hingga Februari 2018 nanti. Gerai pertama diharapkan sudah akan beroperasi di Jakarta pada Februari 2013 nanti.
Ini merupakan salah satu langkah perusahaan tersebut untuk memasuki Indonesia yang dinilai mempunyai potensi permintaan pasar yang sangat menjanjikan dengan populasi serta pendapatannya yang terus bertumbuh. Indonesa merupakan negara ke lima di luar Jepang yang dimasuki oleh Ministop. Ministop sendiri adalah salah satu anak perusahaan raksasa ritel Jepang, Aeon Co.
Langkah memasuki pasar Indonesia ditempuh lewat kerjasama dengan PT Bahagia Niaga Lestari, sebuah unit ritel dibawah Udinda Co. Dalam kerjasama berbentuk sistem waralaba tersebut, PT Bahagia Niaga Lestari sebagai franchisee atau terwaralaba akan bertindak sebagai pembuka pintu dengan membuka gerai pertama di Jakarta. Gerai itu akan menggunakan format yang ditetapkan oleh Ministop dengan penyesuaian pada preferensi lokal.
Dari sudut pandang grup Aeon, langkah ini merupakan upaya mereka mencari sumber pertumbuhan pendapatan baru di luar Jepang. Dengan penduduk Jepang yang makin menyusut dan permintaan konsumen yang stagnan, sangat umum bagi perusahaan Jepang berekspansi ke luar negeri. Sebagaimana diberitakan oleh The Wall Street Journal, Aeon memperkirakan jumlah konsumen Asia berpendapatan sedang akan berlipat mencapai 2 miliar pada 2020 dan mereka yang bermukim di area perkotaan akan meningkat 400 juta menjadi 2,2 miliar dalam satu dekade ke depan.
Aeron telah mengoperasikan sekitar 2163 gerai di Korea Selatan, Filipina, Chin dan Vietnam per Juni 2012. Total gerai mereka di luar negeri kini melebihi jumlah yang ada di jepan, yakni 2.124.
Baru-baru ini minimarket asal Amerika Serikat, 7-Eleven, telah menjadi buah bibir dengan keberhasilannya menggarap Jakarta, sebagai minimarketnya anak-anak muda. Namun perlu dicatat, walau berasal dari AS, minimarket ini sejak tahun 2005 sudah dikuasai oleh Seven & I Holdings Co., sebuah perusahaan yang asalnya sama dengan Aeon, yakni Jepang.
(Ben / Deb)http://jaringnews.com/internasional/asia/18725/ministop-minimarket-jepang-serbu-ri-dengan-membuka-gerai
Ini merupakan salah satu langkah perusahaan tersebut untuk memasuki Indonesia yang dinilai mempunyai potensi permintaan pasar yang sangat menjanjikan dengan populasi serta pendapatannya yang terus bertumbuh. Indonesa merupakan negara ke lima di luar Jepang yang dimasuki oleh Ministop. Ministop sendiri adalah salah satu anak perusahaan raksasa ritel Jepang, Aeon Co.
Langkah memasuki pasar Indonesia ditempuh lewat kerjasama dengan PT Bahagia Niaga Lestari, sebuah unit ritel dibawah Udinda Co. Dalam kerjasama berbentuk sistem waralaba tersebut, PT Bahagia Niaga Lestari sebagai franchisee atau terwaralaba akan bertindak sebagai pembuka pintu dengan membuka gerai pertama di Jakarta. Gerai itu akan menggunakan format yang ditetapkan oleh Ministop dengan penyesuaian pada preferensi lokal.
Dari sudut pandang grup Aeon, langkah ini merupakan upaya mereka mencari sumber pertumbuhan pendapatan baru di luar Jepang. Dengan penduduk Jepang yang makin menyusut dan permintaan konsumen yang stagnan, sangat umum bagi perusahaan Jepang berekspansi ke luar negeri. Sebagaimana diberitakan oleh The Wall Street Journal, Aeon memperkirakan jumlah konsumen Asia berpendapatan sedang akan berlipat mencapai 2 miliar pada 2020 dan mereka yang bermukim di area perkotaan akan meningkat 400 juta menjadi 2,2 miliar dalam satu dekade ke depan.
Aeron telah mengoperasikan sekitar 2163 gerai di Korea Selatan, Filipina, Chin dan Vietnam per Juni 2012. Total gerai mereka di luar negeri kini melebihi jumlah yang ada di jepan, yakni 2.124.
Baru-baru ini minimarket asal Amerika Serikat, 7-Eleven, telah menjadi buah bibir dengan keberhasilannya menggarap Jakarta, sebagai minimarketnya anak-anak muda. Namun perlu dicatat, walau berasal dari AS, minimarket ini sejak tahun 2005 sudah dikuasai oleh Seven & I Holdings Co., sebuah perusahaan yang asalnya sama dengan Aeon, yakni Jepang.
Bandung siapkan Moratorium Mini Market
http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=133803
Kamis, 12 Juli 2012
ASSORTMENT PLANNING
Ya memang dunia
retail berkembang sangat dinamis, kadangkala pesaing bisa menjadi mitra di
suatu saat, atau bahkan sebaliknya. Prinsipnya, pesaing jangan dimusnahkan,
biarkan mereka hidup tapi hidup menderita hehehehehehehe….. karena tanpa
pesaing, mustahil peritel bisa meng-klaim bahwa harga mereka termurah, product
assortment mereka terlengkap, dll………..
Carrefour Express
adalah untuk luas selling space <5000 m2 (maaf, kemarin saya tulis 500m2),
jadi mungkin gak akan terlalu head-to-head dengan alfamart/indomaret/dll,
Carrefour express sptnya akan berhadapan dengan “Giant” supermarket (bukan yg
format hypermarketnya), Hero, dan sejenisnya……. Di Jakarta belum ada “Carrefour
Express” (as far as I know), dan sesuai dengan komitment awal, Carrefour hanya
mengakuisisi “Alfa Gudang Rabat” sedangkan “Alfamart” sih masih berpola seperti
yang lama……..
Setau saya,
“Makro Office” baru saja diluncurkan di area Makro Kelapa Gading (store #3),
areanya terpisah dari toko utama, ada di depan toko utama / area parkir, isinya
memang hanya furniture aja yang mayoritas produksi PT. Cahaya Sakti Multi
Intraco (“Olympic” brand), mungkin itu yang dimaksud Bp. Dicky mengenai “Makro
Office”? Correct me if I’m wrong J
Menurut saya, Carrefour merupakan peritel yang menerapkan
assortment planning dengan konsep “Wide & Deep” dan strategi harganya
“Everyday Low Price”….. Jangan
pesimis dulu pak Ato, tidak selamanya peritel yang berada di hypermarket
(misalnya: Carrefour) akan bangkrut……. Yang terpenting, prinsip ritel
tradisional yang sering diterapkan oleh toko-toko kecil/warung milik pribadi
harus dihadapi dengan prinsip ritel modern……. Tidak semuanya produk Carrefour
lebih murah daripada toko/minimarket, dari 80.000 lebih jenis produk di
Carrefour, saya rasa hanya 1% produk yang menerapkan harga kompetitif
(khususnya untuk produk2 yang ‘price sensitif’), jadi mereka mengambil
keuntungan lebih dari produk2 ownbrand/private label mereka, missal: Bluesky,
Firstline, “1”, dll……….. namun memang Carrefour terkesan murah karena memang
mereka menerapkan prinsip “EDLP” (=Everyday Low Price), setiap periode mereka
menset harga termurah di pasaran untuk bbrp jenis produk secara bergiliran
(bukan seluruh produknya, kecuali bila ada program yang bekerjasama dengan
penerbit kartu kredit)……………
Banyak cara untuk
menghadapi persaingan dengan peritel besar seperti Carrefour, terapkanlah
prinsip “Wide & Shallow” atau “Narrow & Deep” untuk keragaman produk di
toko2 kecil agar dapat melakukan ‘mix margin’……. Supaya terlihat menarik terapkan
juga strategi harga “High-Low Pricing” atau “Combination Pricing”…… salah satu
kelemahan peritel tradisional adalah seringkali menerapkan strategi “Market
Pricing” pada seluruh produknya, jika modalnya Rp 10.000 maka sampai kiamat pun
tuh produk tidak mungkin dijual < Rp 10.000 padahal bbrp supplier memberikan
rebate untuk kuota pembelian tertentu……… Carrefour mengklasifikasikan produknya
menjadi 2 jenis: “Profit Builder” (melalui barang2 ownbrand/non-price
sensitive) dan “Volume Builder” (melalui penjualan barang2 “consumable
products”) sehingga tentunya dengan kombinasi strategi spt itu mereka akan
mendapatkan laba optimal……….
Dalam
assortment planning (perencanaan keragaman produk), ada 4 jenis:
1. WIDE (Lebar) & DEEP (Dalam)
à Produk
disediakan dalam semua kategori produk, setiap kategori produk tersedia dalam
ukuran/merk/warna/price point secara lengkap
Keuntungan:
• Pasarnya luas
• Produk sangat beragam
• Tingkat kunjungan konsumen tinggi
• One-Stop Shopping
• Konsumen Puas
Kerugian:
• Persediaan tinggi
• Produknya pasaran
• Perputaran barang rendah
• Banyak barang tidak laku
Contoh:
Wal-Mart,
Carrefour, Giant, Gramedia
2. WIDE (Lebar) & SHALLOW (Dangkal)
à Produk disediakan dalam semua
kategori produk, namun setiap kategori produk tersedia hanya dalam
ukuran/merk/warna/price point tertentu
Keuntungan:
• Pasarnya luas
• Suasana Toko nyaman
• Tingkat kunjungan konsumen tinggi
• One-Stop Shopping
• Biaya operasional rendah
Kerugian:
• Produk tidak beragam
• Kesan toko rendah
• Perputaran barang rendah
• Banyak barang tidak laku
Contoh: Valu$, Matahari, Ramayana, Sogo, Seibu
3. NARROW (Sempit) & DEEP (Dalam)
à Produk
disediakan dalam kategori produk tertentu saja, setiap kategori produk tersedia
dalam ukuran/merk/warna/price point secara lengkap
Keuntungan:
• Kesan toko sangat tinggi
• Layanan pribadi
• Konsumen loyal/setia
• Produknya eksklusif
Kerugian:
• Tingkat kunjungan konsumen rendah
• Dipengaruhi oleh musim
Contoh:
• Sogo, Electronic City, Ace
Hardware, RodaLink, Makro, PaperClip
4. NARROW (Sempit) & SHALLOW (Dangkal)
à Produk disediakan dalam
kategori produk tertentu saja dan setiap kategori produk tersedia dalam
ukuran/merk/warna/price point tertentu
Keuntungan:
• Suasanan toko nyaman
• Biaya operasional rendah
• Perputaran barang cepat
Kerugian:
• Kesan toko rendah
• Tingkat kunjungan konsumen rendah
• Ukuran toko kecil
Contoh:
• Giordano, M2000, U2
Sedangkan
untuk pricing strategy, ada 7 macam, yaitu:
• Competitive
/ Market Pricing (Market
Level),
contoh: Pasar Induk
• High-Low
Pricing (Promotional Item), contoh: Ramayana Dept. Store
• Sales
Oriented / Volume Pricing (Warehouse Store), contoh: Makro
• Everyday
Low Price (Lower Cost), contoh: Carrefour, Hypermart,
Giant
• Demand
/ Premium / Added Value Pricing (Customer Perceive), contoh: Sogo, Seibu
• Cost
Plus / Margin Pricing (Cost + Profit Margin), contoh: Pasar
Tradisional/warung
• Combination
Pricing (Market Pricing - High-Low Pricing), contoh: Matahari Dept. Store
Informasi tsb di atas saya kumpulkan dari bbrp jurnal/textbook/majalah dan pengamatan actual terhadap kondisi ritel di Indonesia, correct me if I’m wrong…. J
Salam
Retail!
Elkana
Ramadan, Pasokan Sembako ke Bantul Dijamin Aman
BANTUL–Pasokan sembako di Bantul menjelang Ramadan dinilai masih aman.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul, Sulistyanta mengatakan, ketersediaan sembako masih tercukupi hingga Desember nanti.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Tapi ada beberapa harga sembako yang naik,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (5/7).
Harga telur saat ini naik dari Rp15.000 menjadi Rp15.500 per kilogram. Harga gula SHS (gula putih) juga naik dari Rp11.500 menjadi Rp12.700 per kilogram sementara gula Madukismo dari Rp12.000 menjadi Rp12.500 per kilogram.
Harga sayuran cenderung stabil kecuali harga cabai merah yang naik dari Rp14.000 menjadi Rp16.000 per kilogram.
“Kenaikan ini karena permintaan yang meningkat,” ujar Sulistyanta.
Ia menambahkan, harga beras masih saat ini cenderung stabil. Beras IR36 masih dijual seharga Rp6.500, beras Cisadane Rp7.000 dan beras Jawa Rp8.000. (ali)
PASAR RETAIL: China Salip AS Sebagai Pasar Ritel Terbesar Dunia
LONDON - China kini menyalip AS sebagai negara pasar penjualan eceran terbesar di dunia. Sejumlah negara dengan potensi perekonomian besar seperti Rusia, Brazil dan India juga menunjukkan kecenderungan serupa dan diprediksi bakal segera menyalip Eropa.
Berdasarkan kajian pasar retail oleh lembaga riset pasar IGD yang dikutip Daily Mail, belanja ritel harian di China saat ini meningkat sekitar 11 persen per tahun dan mencapai angka Rp8.849 triliun pada 2011. Sebaliknya angka konsumsi AS menurun sekitar 4 persen per tahun dan pada 2011 tercatat mencapai Rp8.339 triliun. Berdasarkan tingkat pertumbuhan rata-rata, pasar ritel China diprediksi bakal berkembang menjadi Rp13.384 triliun pada 2015, sementara AS hanya menjadi Rp9.841 triliun.
Riset yang dilakukan IGD mencakup kajian mengenai pola konsumsi belanja harian seperti di pasar swalayan, pasar tradisional, toko busana dan obat-obatan. Kajian ini tidak mencakup belanja barang mewah atau belanja bernilai besar seperti mobil atau rumah.
Jepang yang saat ini menjadi pasar ritel terbesar ketiga juga bakal segera disalip oleh Brazil, Rusia dan India, yang bersama China saat ini menjadi negara kekuatan ekonomi baru yang disebut BRIC.
Pemimpin eksekutif IGD, Joanne Denney-Finch menyatakan posisi China dikatrol oleh pertumbuhan pasar sayur mayur yang menurut dia fenomenal. “Antara 2006 dan 2015, pasar sayur mayur China diperkirakan meningkat tiga kali lipat. Peningkatan pesat ini dipicu oleh tiga faktor utama: pertumbuhan ekonomi yang tinggi, populasi dan meningkatnya inflasi makanan,” katanya.
Pada 2025 China diprediksi bakal memiliki lebih dari 200 kota yang jumlah penduduknya mencapai 1 juta jiwa atau lebih.
Minggu, 08 Juli 2012
LOD Desak Pemkab Sleman Tindak Toko Modern
SLEMAN (KRjogja.com) - Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY melaporkan maraknya toko modern di sekitar Pasar Godean kepada Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu SS MHum di Pemkab Sleman, Jumat (6/7). Laporan ini disampaikan karena jarak antara toko modern dan Pasar Godean hanya sekitar 30 hingga 40 meter saja.
“Untuk menindaklanjuti permasalahan ini Lembaga Ombudsman Daerah melakukan audiensi dengan Pemkab Sleman,” ujar Ketua LOD DIY, Ratna Mustika Sari SIP disela-sela audiensi dengan wakil bupati, Jumat (6/7).
Sementara Wakil Bupati Yuni Satia Rahayu mengatakan, hingga kini telah dilakukan koordinasi antara Disperindagkop, Dinas Pasar, Satpol PP dengan pedagang pasar tradisional serta pengusaha toko modern. "Saat ini tengah diupayakan revisi Perbup No 13 Tahun 2010 yang mengatur pasar modern untuk mengklasifikasikan toko modern, toko berjejaring nasional dan bagaimana jarak yang mengatur toko modern tersebut dengan pasar tradisional," kata Yuni.
Pengaturan jarak antara pasar tradisional dengan toko modern ini diatur dengan tujuan melindungi perekonomian masyarakat tanpa mematikan pengusaha pasar modern. Untuk itu telah diberlakukan SK Dispensasi pada akhir tahun 2011 yang lalu yang mengatur dispensasi bagi 91 toko modern yang telah mengajukan izin pendirian toko modern sebelum adanya Perbub tersebut.
“Sedangkan 82 toko modern yang lain belum mendapat ijin dikarenakan jarak yang terlalu dekat dengan pasar tradisional,” tambahnya. (Usa)
(Indonesia) Menjelang Ramadhan, Permintaan CPO Naik
http://www.bumn.go.id/ptpn6/publikasi/berita/indonesia-menjelang-ramadhan-permintaan-cpo-naik/
JAKARTA. Bulan Juli ini diperkirakan menjadi puncak penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Lonjakan ekspor maupun permintaan CPO dalam negeri berkaitan dengan akan datangnya bulan Ramadhan pada Agustus mendatang.
Proyeksi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menunjukkan, ekspor CPO pada Juli ini akan mencapai sekitar 1,5 juta ton. Jumlah itu naik 9,5% dibandingkan bulan biasa yang rata-rata 1,37 juta ton. “Seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, setiap mendekati Ramadhan terjadi peningkatan permintaan CPO,” kata Susanto, Kepala Bidang Pemasaran GAPKI, akhir pekan lalu.
Menurut Susanto, peningkatan volume ekspor CPO sudah terlihat sejak Juni 2012. Pada bulan tersebut, ekspor CPO mencapai sekitar 1,4 juta ton-1,45 juta ton. Peningkatan permintaan ekspor terutama terjadi di negara dengan populasi penduduk muslim besar, seperti India, Bangladesh, dan negara kawasan Timur Tengah lain.
Permintaan meningkat karena selama bulan Ramadhan, kebutuhan produk makanan mengalami peningkatan. CPO menjadi salah satu bahan baku utama minyak nabati yang banyak diperlukan oleh industri makanan.
Lonjakan permintaan CPO tidak hanya di pasar ekspor. Di dalam negeri, penjualan CPO juga mengalami peningkatan. Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) bilang, permintaan CPO domestik akan mengalami peningkatan 5%-7% pada Juli ini. “Peningkatan akan terjadi akhir Juli,” ujarnya.
Sahat memperkirakan, pada akhir Juli 2012, permintaan CPO dalam negeri akan mencapai 556.400 ton, naik dibandingkan bulan biasa yang sekitar 520.000 ton. Di pasar domestik, CPO paling banyak dipakai untuk bahan baku industri minyak goreng mencapai 320.000 ton. Sedangkan sebagian lain untuk bahan baku biodisel dan pangan.
JAKARTA. Bulan Juli ini diperkirakan menjadi puncak penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Lonjakan ekspor maupun permintaan CPO dalam negeri berkaitan dengan akan datangnya bulan Ramadhan pada Agustus mendatang.
Proyeksi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menunjukkan, ekspor CPO pada Juli ini akan mencapai sekitar 1,5 juta ton. Jumlah itu naik 9,5% dibandingkan bulan biasa yang rata-rata 1,37 juta ton. “Seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, setiap mendekati Ramadhan terjadi peningkatan permintaan CPO,” kata Susanto, Kepala Bidang Pemasaran GAPKI, akhir pekan lalu.
Menurut Susanto, peningkatan volume ekspor CPO sudah terlihat sejak Juni 2012. Pada bulan tersebut, ekspor CPO mencapai sekitar 1,4 juta ton-1,45 juta ton. Peningkatan permintaan ekspor terutama terjadi di negara dengan populasi penduduk muslim besar, seperti India, Bangladesh, dan negara kawasan Timur Tengah lain.
Permintaan meningkat karena selama bulan Ramadhan, kebutuhan produk makanan mengalami peningkatan. CPO menjadi salah satu bahan baku utama minyak nabati yang banyak diperlukan oleh industri makanan.
Lonjakan permintaan CPO tidak hanya di pasar ekspor. Di dalam negeri, penjualan CPO juga mengalami peningkatan. Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) bilang, permintaan CPO domestik akan mengalami peningkatan 5%-7% pada Juli ini. “Peningkatan akan terjadi akhir Juli,” ujarnya.
Sahat memperkirakan, pada akhir Juli 2012, permintaan CPO dalam negeri akan mencapai 556.400 ton, naik dibandingkan bulan biasa yang sekitar 520.000 ton. Di pasar domestik, CPO paling banyak dipakai untuk bahan baku industri minyak goreng mencapai 320.000 ton. Sedangkan sebagian lain untuk bahan baku biodisel dan pangan.
Kamis, 21 Juni 2012
Kontak
Noor Rakhman Erwiyanto
Trainer & Konsultan Bisnis
Konsultan Minimarket
Konsultan Apotek
Konsultan Yogyakarta
Konsultan Small Medium Businis
Konsultan SMB
Jasa pembuatan mini maarket
meja kasir
rak/gondola
Konsultan Minimarket
Konsultan Apotek
Konsultan Yogyakarta
Konsultan Small Medium Businis
Konsultan SMB
Jasa pembuatan mini maarket
meja kasir
rak/gondola
E-mail : noor.erwiyanto@gmail.com
YM cakrawalared
Telp 0274-9101334
Mobile 08121566604
Twitter @noorakhman
Inilah Kunci Sukses Kelola Minimarket Mandiri
![]() |
http://kbr68h.com/perbincangan/obrolan-ekonomi/21066 |
Usaha retail khususnya mini market
modern menjual kelengkapan dalam kenyamanan berbelanja. Tidak seperti
pasar kelontong tradisional yang sifatnya ‘dilayani’, disini pembeli
melayani dirinya sendiri, lalu ke kasir untuk membayar belanjaannya.
Proses perijinan cukup mudah, dan untuk
urusan modal bisa menyesuaikan budget Anda. Idealnya kata Asep,
dibutuhkan 4,7 juta rupiah per meter persegi untuk mini market dengan
3000an produk. Atau ringkasnya, butuh sekitar 400 juta untuk usaha mini
market seluas 100m2.
Namun hitung hitungan selalu bisa lebih
rendah atau tinggi tergantung konsep Anda. Ellin Munthe, pengusaha mini
market mandiri dari Dolok Sanggul Sumatera Utara mengaku memulai usaha
ini bertahap. Modal dipinjam dari kanan kiri, sampai terkumpul 200
juta. Mulanya dia menggelontorkan dana 100 juta sebagai modal awal
membangun mini market. Dia menggunakan lantai 1 rumah pribadinya seluas
lebih dari 200 meter. Keunggulan tempat usaha Ellin, adalah posisi yang
strategis dan dekat pasar.
Meski dekat pasar namun mini market
Ellin ‘outstanding’ dengan konsep swalayan dan harga bersain, orang
orang yang datang memilih belanjaan mereka sendiri.
Mengenai pemilihan lokasi adalah
penting dalam setiap usaha, tidak terkecuali mini market. Konsultan
Madani retail Asep Sujana mengatakan, posisi paling baik adalah di
perumahan dan dekat pusat bisnis. Dilihat juga jarak antar mini market.
Lokasi yang menarik akan tambah ciamik
dengan promo menarik. Karakteristik mini market adalah memiliki desain
dan konsep swalayan dan juga promo. Sebaiknya promo jangan dadakan,
melainkan sudah dikonsep per bulan atau per momentum. Tanggal yang
paling tepat kata Asep adalah 25 akhir bulan sampai 5 awal bulan. Pas
gajian pas belanja bulanan. Sementara promo bisa dibuat per bulan
misal, Januari promo awal tahun, Juni promo liburan sekolah, atau
Agustus promo merdeka mengenang kemerdekaan Indonesia.
Biaya promo sebenarnya tidak mahal, dan
tidak akan mengurangi margin. Triknya dengan bekerjasama dengan
supplier. Barang barang tertentu diberi diskon menarik, atau gratis
souvenir.
Jika tampilan dan promo sudah
mendatangkan konsumen loyal, kini saatnya membenahi administrasi
keuangan mini market Anda. Untuk mini market dengan produk lebih dari
3000 buah, sudah perlu laporan yang terkoneksi system komputer untuk
mempermudah pengecekan stok. Jadi arus barang masuk dan keluar, serta
pembukuan lebih ringkas. Cara cara pencatatan manual akan merepotkan
anda.
Mini market yang semakin ramai juga
membutuhkan pengawasan ekstra. Pengusaha mini market dari sumatera
utara Ellin Munthe menggunakan kamera pengintai. Dengan begitu kata
dia, pengunjung jahil merasa sedikit terintimidasi.
Membangun usaha mini market memang
gampang gampang susah. Ellin membuktikan dia bisa, meski tanpa
bimbingan ahli. Namun jika Anda membutuhkan konsultasi yang lebih rinci
dan privat, bisa menghubungi Asep Sujana dari Madani retail Indonesia
di 08111882601 atau email di asep.sujana@gmail.com Bisa juga mengakses situs di www.madanimart.com
Tags: mini market mandiri
Minggu, 17 Juni 2012
Hiswana Migas Minta Indomaret Tak Jual Tabung Gas
YOGYA (KRjogja.com) - Himpunan wiraswasta nasional minyak dan gas bumi (Hiswana Migas) Propinsi DIY mendesak toko ritel seperti Indomaret tidak menjual tabung gas elpihi kemasan tiga kilogram karena bisa mematikan agen dan pangkalan.
Demikian ditegaskan oleh Wakil Ketua Hiswana Migas DIY, Siswanto ketika dihubungi KRjogja.com, Selasa (27/7). Dia meminta kerjasama Indomaret dengan Pertamina ditinjau ulang karena awalnya pertamina mengalami kesulitan memasarkan saat program konversi dari minyak tanah ke elpiji. Namun, saat ini agen dan pangkalan sudah banyak.
Siswanto menjelaskan Indomaret menjadi pesaing bagi agen dan pangkalan karena saat ini banyak masyarakat yang membeli di salah satu toko retail itu. Dan, penjualannya tidak relevan
"Semua pangkalan dan agen gas juga meminta kebijakan kerjasama itu ditinjau ulang. Kalau hanya jual tabung yang 12 kg sih tidak masalah, tapi kalau tiga kilogram itu
memberatkan kami," kata Siswanto.
Dibungi terpisah, Humas Pertamina Unit Pemasaran IV Jateng-DIY, Hepi Wulansari mengakui kerjasama dilakukan sejak program konversi diterapkan namun tidak mudah untuk meninjau ulang kesepakatan karena menyalahi etika bisnis.
"Secara etika bisnis, tidak semudah itu. ini untuk kepentingan masyarakat atau beberapa orang, karena persaingan yang ada selama ini sehat," ujarnya ketika dihubungi KRjogja siang ini.
Kendati demikian, Hepi menjelaskan bisa saja meninjau ulang kerjasama apabila penjualan tabung gas tidak memenuhi standar dan melanggar harga eceran tertinggi (HET) sehingga meresahkan masyarakat secara umum.
"Kalau untuk kepentingan keompok tertentu tidak bisa begitu saja diubah, walaupun kerjasama ini juga ada urun waktunya. Tapi saya sendiri juga kurang tahu kebijakannya sampai kapan, karena merupakan kewenangan pusat. Hingga kini, retail yang diajak bekerjasama hanya Indomaret," tandasnya. (Den)
http://krjogja.com/read/43244/hiswana-migas-minta-indomaret-tak-jual-elpiji.kr
Waralaba AMC Sebenarnya Indomaret, Pemiliknya Pakai KTP Palsu
YOGYA (KRjogja.com) – Komisi A DPRD Kota Yogyakarta bersama Dinas Ketertiban dan Dinas Perizinan Kota Yogyakarta siang ini melakukan sidak ke dua minimarket waralaba yang disinyalir melangga aturan.
Hasilnya, diketahui minimarket di Asri medical Center (AMC) Wirobrajan dan di Jalan Bhayangkara terbukti menggunakan sistem waralaba Indomaret. Ini terlihat jelas dari seragam pelayan, stroke atau kwitansi pembayaran, hingga logo dalam minimarket yang bertuliskan 'convenient store' ini.
”Ini harus segera ditindak, dibawa ke pengadilan, kalau perlu jangan hanya tipiring, tetapi lebih berat. Jangan lama-lama, karena ini menyangkut penegakkan hukum dan nasib pedagang tradisional atau toko kecil,” tegas Foki Ardianto, anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta.
Sementara Kepala Bidang Pengawasan Dinas Perizinan Kota Yogya Sutarto menerangkan, Hannie Krisdianta pemilik minimarket AMC ternyata beridentitas palsu. Alamatnya di Banjarnegara, Jawa Tengah tak diakui pemerintah setempat. Hannie adalah pemohon izin HO usaha perseorangan untuk minimarket tersebut, tapi faktanya menggunakan sistem dari Indomaret.
”Kami sudah mengirimkan surat peringatan pertama ke alamatnya di Banjarnegara. Tapi, tidak mendapatkan respon. Surat kedua juga sudah kami layangkan, dengan kami cek alamat tersebut ke warga dan pemerintahan setempat. Tapi, tidak ada yang tahu,” jelas Sutarto.
Merespon penjelasan dari Sutarto tersebut, Ketua Komisi A DPRD Kota Yogya Chang Wendriyanto mendorong Pemkot Yogyakarya untuk membawa masalah ini di level pidana. Hannie diduga menggunakan KTP palsu dan memberikan keterangan palsu.
”Kalau memang terbukti KTP yang digunakan untuk mengajukan izin tidak benar, patut diduga melanggar pasal 263 dan keterangan palsu Pasal 242 KUHP,” tandas mantan pengacara ini.
Chang menegaskan, sesuai dengan pasal tersebut, pelaku bisa dikenai sanksi pidana enam tahun dan tujuh tahun penjara. Ini bisa menjadi sanksi yang membuat pelaku jera dan orang lain untuk melakukan pelanggaran serupa.
”Jelas, mereka ini mengakali peraturan. Mereka sengaja mencari celah dalam Perwal (No 79 Tahun 2010 tentang pembatasan waralaba),” saran politikus dari PDIP ini.
Chang mengemukakan, dalam izin yang sebenarnya dikantongi Indomaret di AMC bukan toko jejaring. Tapi, untuk toko perseorangan yang menjual kebutuhan sehari-hari.
”Ini sudah mengakali. Atau sengaja mengelabui peraturan,” ujarnya.(Den)
http://krjogja.com/read/116920/waralaba-amc-sebenarnya-indomaret-pemiliknya-pakai-ktp-palsu.kr
CSR Alfamart
JOGJA-Usaha Kecil Menengah (UKM) terus berkembang. Maka, pendampingan dari perusahaan besar sangat penting dalam membesarkan bisnis mereka. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. selaku pengelola minimarket Alfamart menyadari hal tersebut,
Perusahaan ritel ini tidak hanya mendampingi UKM. Alfamart ikut mengembangkan bisnis UKM di Jogjakarta. Mereka memberikan tempat pada UKM untuk mempromosikan hasil produksinya. Pemberian tempat ini sebagai wujud kepedulian Alfamart.
Communications Regional Alfamart Jateng dan DIJ Budi Santoso menjelaskan, pendampingan terhadap UKM ini merupakan salah satu program corporate social responsibility (CSR) yang dimiliki Alfamart Sahabat Indonesia (ASI). ASI memiliki enam program yang menjadi dasar perusahaan menjalankan semua kegiatan CSR. Tujuannya adalah Alfamart for All.
“Alfamart for All merupakan salah satu goal yang ingin diwujudkan Alfamart saat menjalankan segala aktivitas sosial maupun bisnisnya. Yakni ingin menjadi satu bagian dari masyarakat sekitar, terlebih masyarakat yang membutuhkan,’’ jelas Budi, kemarin.
Enam program yang ada dalam ASI di antaranya Alfamart Care (sosial), Alfamart Smart (pendidikan), Alfamart Clean and Green (lingkungan hidup), Alfamart Sport (olahraga), Alfamart SMEs (small medium entrepreuners/ kewirausahaan), Alfamart Vaganza (seni dan budaya).
”Selain pendampingan UKM, kami juga membantu masyarakat sekitar sebagai bentuk bakti Alfamart,” katanya.
Kemitraan Alfamart dan UKM, ungkap Budi, bertujuan meningkatkan kesejahteraan pedagang dan UKM. Sebab, pedagang semakin mengerti cara berdagang yang benar, melayani konsumen dengan baik, displai barang yang menarik konsumen dan lain-lain. (adv)
http://www.radarjogja.co.id/ekonomi-bisnis/12-ekonomi-bisnis/24664-dampingi-ukm-alfamart-berikan-tempat-promosi-.html
Langganan:
Postingan (Atom)