Kamis, 04 Juli 2013

Carrefour Siapkan Kantong Plastik Ramah Lingkungan

Penulis : Krismas Wahyu Utami | Sabtu, 22 Juni 2013 | 21:39 WIB
KOMPAS.com - Masyarakat Indonesia selama ini tampak kurang menyadari dampak besar yang akan dihasilkan jika memakai kantong plastik secara berlebihan. Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tapi juga pada keberlangsungan kehidupan anak cucu Anda kelak.

Namun, menyadarkan masyarakat Indonesia untuk mengurangi penggunaan kantong plastik tentu membutuhkan waktu yang bertahap. Sebagai bagian dari komitmen PT Trans Retail Indonesia untuk mendukung gerakan penyelamatan lingkungan, Carrefour mendukung Gerakan Diet Kantong Plastik untuk mengurangi penggunaan kantong plastik di kota Jakarta.

"Kami mengajak para konsumen untuk saling menjaga keselamatan lingkungan untuk kita dan generasi kita selanjutnya. Memang edukasi kepada konsumen masih sulit dilakukan, tapi kami tidak hanya akan berhenti di situ saja," papar Hendrik Adrianto, Head of External Communication & CSR, PT Trans Retail Indonesia kepada KompasFemale di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (12/6/2013).

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, konsumsi plastik penduduk Indonesia setiap harinya mencapai 23.600 ton. Untuk DKI Jakarta sendiri, jumlahnya kurang lebih mencapai 8.000 ton setiap hari, di mana 1.060 ton merupakan sampah plastik. Bayangkan jika jumlah tersebut naik setiap hari?
Menurut Tiza Mafira, Humas Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, kegiatan ini bukan untuk menghentikan penggunaan kantong plastik, melainkan mengurangi penggunaannya.

"Ada beberapa bahan makanan yang ketika dibeli di supermarket memang memerlukan kantong plastik, namun kita juga dapat menggunakannya secara bijak," jelasnya.

Hendrik menambahkan, masyarakat belum terlalu peduli mengenai hal ini karena sebagian dari mereka merasa haknya sebagai konsumen dirampas untuk mendapatkan kantong plastik. Untuk itu Carrefour menyediakan kantong plastik ramah lingkungan yang bisa didapatkan dengan harga Rp 400 untuk plastik ukuran besar, dan Rp 200 untuk plastik ukuran kecil. Seluruh penjualan plastik tersebut akan disumbangkan semuanya untuk Ciliwung Institute.

"Kami terus memperkenalkan green bag tersebut dan menawarkan pada pelanggan untuk dipakai berulang-ulang. Gerakan ini tersebar di 25 store Carrefour di Jakarta dengan target Rp 50 juta penjualan. Namun, gerakan ini hanya dilakukan hari ini saja (dalam rangka ulang tahun DKI Jakarta)," tutur Hendrik.

Niat baik ini tentu saja disambut dengan gembira oleh Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik. Menurut Tiza, retailer punya pengaruh yang besar terhadap pasar menengah ke atas. "Karena jumlahnya yang banyak, sekarang ini baru Carrefour yang bersedia melakukannya bersama kami," timpal Tiza.

http://female.kompas.com/read/2013/06/22/2139159/Carrefour.Siapkan.Kantong.Plastik.Ramah.Lingkungan

Begini Strategi Meramaikan Pusat Belanja di Hari Pertama!


JAKARTA, KOMPAS.com - Bisa dihitung dengan sebelah jari tangan, jumlah pusat belanja yang ramai tenan dan pengunjung saat hari pertama beroperasi. Dari yang langka itu, hanya sedikit yang menawarkan kebaruan dan konsep berbeda.

Ciputra World Jakarta bolehlah berbangga. Pusat belanjanya yang bertajuk Lotte Shopping Avenue (LOVE), dikunjungi 5.000 kendaraan saat pembukaan perdana 22 Juni lalu. Hal ini tak lepas dari komitmen 70 persen tenan pengisi yang sudah beroperasi sejak hari pertama. Sehingga, kedatangan pengunjung tak mubazir. Mereka mendapat banyak pilihan tenan yang menyediakan barang dan berbagai kebutuhan untuk dilihat atau dibeli.

Prestasi LOVE disaingi oleh pusat belanja yang dikembangkan Summarecon Agung. SummareconMal Bekasi yang juga baru dibuka pada Jumat (28/6/2103), mencetak tingkat okupansi 91 persen. Di antara sejumlah pengisi tersebut, 75,3 persen telah beroperasi. 

Keduanya mematahkan fenomena sepinya hari pertama operasional pada pusat belanja baru. LOVE dan Summarecon Mal Bekasi memang pengecualian. Kendati pada keduanya terdapat tenan-tenan generik, artinya tenan yang kita jumpai bisa didapati di pusat belanja lainnya, namun ada diferensiasi yang menstimulasi pengunjung berbondong-bondong datang. 

Head of Capital Market and Investment Knight Frank Fakky Ismail Hidayat mengatakan, diferensiasi tersebut ada pada konsep dan desain pusat belanja yang bersangkutan. Unik saja tidak cukup, melainkan juga harus menawarkan sesuatu yang baru. 

"Karakteristik orang Indonesia adalah suka akan hal baru yang belum pernah ada sebelumnya. Nah, jika saja para pengembang atau pengelola mal dapat menawarkan kebaruan, fenomena sepi tidak akan terjadi," jelas Fakky kepada Kompas.com, di Jakarta, Sabtu (29/6/2013). 

Dari namanya saja, dengan embel-embel "shopping avenue", LOVE secara imej sudah memenangkan keingintahuan publik. "Shopping Avenue" memang berbeda dengan "plaza", "city", atau "mall". Belum lagi, tenan berbau Korea yang didatangkan Lotte Shopping Avenue Indonesia, bak api yang menyiram bensin. Asal tahu saja, kalangan muda urban metropolitan tengah gandrung dengan budaya popular Negeri Ginseng. Jadilah semuanya menyatu dalam relung gaya hidup di salah satu sudut ruas Satrio International Shopping Belt tersebut.

Sementara strategi Summarecon Agung meraup perhatian publik Bekasi adalah pengenaan insentif selama enam bulan pertama operasional terhadap tenan-tenan mereka. Insentif tersebut berupa pembebasan "rental fee" dan "service charge". Secara investasi dan kalkulasi ekonomis, pembebasan biaya sewa dan perawatan sama artinya dengan zero cost. Sementara tenan-tenan tersebut bisa mencetak omset secara utuh tiap hari tanpa dipusingkan dengan biaya pengeluaran.

"Dengan insentif seperti itu, partisipasi aktif para tenan menjadi maksimal. Mereka bersedia membuka gerainya secara bersama-sama. Ada dua pihak yang diuntungkan dari strategi ini, tenan dan pengunjung. Tenan mendapat omset, pengunjung terpenuhi kebutuhannya. Apalagi di sini sangat banyak tenan yang belum pernah buka di mal lainnya di Bekasi. Sebut saja The FoodHall," ungkap Direktur Summarecon Agung, Sugianto Nagaria. 

Sedangkan Grup Pondok Indah betul-betul menekankan pada kekuatan gagasan dalam menciptakan "event-event" promosi pada pusat-pusat belanja yang mereka kembangkan. Tahun lalu, Pondok Indah Mall 2 menggelar Ice Skating Portable pertama di Indonesia. Hal ini mendorong jumlah kunjungannya melonjak berkali-kali lipat. 

"Tahun 2012, jumlah pengunjung yang datang mencapai lebih dari 30 juta orang. Kreativitas dalam mempromosikan mal sangat mutlak dilakukan. Ini berpengaruh pada tingkat hunian dan juga tingkat operasional (tenan yang buka), sehingga mencapai angka sempurna 100 persen," buka General Manager Pondok Indah Mall, Eka Dewanto. 

http://properti.kompas.com/read/2013/06/29/2000415/Begini.Strategi.Meramaikan.Pusat.Belanja.di.Hari.Pertama.

Jakarta Kelebihan Pusat Belanja?


JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena sepinya (pengunjung dan tenan) hari pertama operasional pusat-pusat belanja baru, mengindikasikan Jakarta bisa jadi mengalami kejenuhan. Kondisi di mana terjadi pasok berlebih ketimbang kebutuhan terdapat di beberapa lokasi. Seperti di kawasan Senayan, kawasan Pluit, dan ruas Jl Satrio, Jakarta Selatan.

Head of Capital Market and Investment Knight Frank Fakky Ismail Hidayat mengatakan pendapatnya bahwa fenomena kejenuhan alias "over supply" bisa dilihat secara kasat mata dari sepinya mal-mal tersebut. 

"Tanpa harus melakukan perhitungan rasio densitas populasi Jakarta terhadap kuantitas pusat belanja eksisting dan akan buka di tahun depan, saya dapat menyimpulkan, "sepi" itu sebuah sinyalemen "over supply"," ungkap Fakky.

Bukan tanpa alasan. Di mana-mana terjadi duplikasi baik desain maupun tenan yang dilakukan secara massal dan terang-terangan. Hal ini, tentu saja mendatangkan konsekuensi kejenuhan pada pengunjung pusat belanja. Mereka tidak mengalami (experience) sesuatu yang baru dan berbeda. Padahal sifat pusat belanja itu merupakan properti destinasi. Properti tujuan berbelanja yang harus dapat memenuhi kebutuhan pembelanja (shopper). 

Masalahnya, kebutuhan pembelanja tidak lagi terbatas pada sembilan bahan pokok. Melainkan sudah meluas melampaui batas-batas intensitas kegunaan; primer, sekunder dan tersier. Pembelanja yang notabene masyarakat perkotaan adalah peniru ulung dari sebuah gaya hidup urban yang dikampanyekan media arus utama atau pun media sosial. 

Nah, sayangnya, pusat-pusat belanja baru tersebut tidak bisa mengakomodasi kebutuhan gaya hidup pembelanja Jakarta. Mal baru tak lebih sebagai "baru" dalam hal usia bangunan, bukan "baru" sebagai destinasi belanja maupun destinasi gaya hidup. 

Namun demikian, menurut Fakky, duplikasi desain dan terutama tenan tak bisa dicegah. Hal ini terkait dengan ekspansi bisnis masing-masing tenan yang kini dikuasai oleh tiga perusahaan besar yakni Mitra Adi Perkasa, Transmahagaya dan Matahari Putra Prima. 

"Masing-masing perusahaan dalam tiga induk usaha itu tentunya punya rencana ekspansi yang berbeda. Jadi, wajar bila kita jumpai tenan yang generik di hampir semua pusat belanja Jakarta," imbuh Fakky. 

Sebagai sebuah destinasi, diferensiasi konsep dan desain sangat perlu. Konsep yang mengerucut dan khusus seperti "family mall, "lifestyle mall", "boutique mall", "meeting mall", memiliki peluang lebih besar untuk disambangi banyak pengunjung. 

Pusat belanja yang dibesut Grup Pondok Indah yakni Pondok Indah Mall 1,2 dan Street Gallery dengan konsep "family mall", mencatat tingkat okupansi 100 persen dengan jumlah kunjungan 17.000 kendaraan roda empat saat hari kerja dan 20.000 mobil saat akhir pekan. 

Sementara Summarecon Mal Serpong dan Mal Kelapa Gading yang berkonsep "family mall" membukukan masing-masing 20 juta dan 30 juta pengunjung per tahun. 

Padahal tarif sewa mal-mal tersebut di atas tak bisa dibilang murah. Terutama PIM 1 dan 2, rata-rata 60 dollar AS per meter persegi (Rp 594.059) untuk F & B, 85 dollar per meter persegi (Rp 841.584) untuk fesyen, dan 110 dollar AS per meter persegi (Rp 1.089.110). 

"Angka tersebut tidak termasuk biaya servis. Namun demikian, tetap saja tenan-tenan yang sudah menandatangani perjanjian, mengoperasionalkan gerainya. Tak ada tenan yang tutup dengan alasan konsep atau tingginya biaya sewa," ungkap GM Pondok Indah Mall, Eka Dewanto, kepadaKompas.com, di Jakarta, Sabtu (29/6/2013).

Program Capacity Building Carrefour


http://finance.detik.com/readvideo/2012/04/19/105310/120419046/070214833/program-capacity-building-carrefour

Persaingan Ritel Ketat, Carrefour Indonesia Pasang Strategi 'Midnight Sale'


Jakarta - Carrefour Indonesia yang 100% sahamnya sekarang dimilik Trans Corp mengaku siap bersaing di sektor industri ritel yang mulai menjamur di tanah air. Ada beberapa strategi yang disiapkan PT Trans Retail Indonesia ini, salah satunya dengan program Midnight Sale.

Demikian disampaikan Corporate Affairs Director PT Trans Retail Indonesia Adji Srihandoyo saat ditemui di pelataran Plasa Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (5/7/2013).

"Carrefour siap dengan berbagai macam medan. Caranya menciptakan warna yang berbeda, memenuhi kebutuhan masyarakat, harga bersaing, dan promo-promo seperti midnight sale ini," ujarnya.

Menurut Adji, strategi yang tepat sangat diperlukan, mengingat Indonesia sudah masuk era pasar bebas. Namun menurut Adji, persaingan di industri ritel sangat baik untuk meningkatkan kualitas perusahaan.

"Karena pasar bebas sah-sah saja, ini menantang, tapi tidak apa-apa karena konsumen masyaraat masih besar," ungkapnya.

Adji menyatakan, program midnight sale ini akan dilakukan secara rutin. Pasalnya, promo ini mendapatkan animo masyarakat yang sangat besar.

"Animonya sangat baik karena barang yang didiskon 50 persen merupakan barang yang dibutuhkan masyarakat," ujar Adji.

http://finance.detik.com/read/2013/07/05/130237/2293623/1036/persaingan-ritel-ketat-carrefour-indonesia-pasang-strategi-midnight-sale?f9911023

Senin, 17 Juni 2013

Pencurian barju di Toko

Senin 3 Juni 2013

Aksi Komplotan ibu-ibu mencuri baju di sebuah  butik

Tertangkap kamera cctv di sebuah boutique di Makasar. Modus lima pelaku dengan cara mengelabui petugas, aksi pelaku sangat mahir dan berhasil membawa kabur puluhan baju. Hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan di mapolsek tanahkukang Makasar. Kerugian toko di taksir 7 juta rupiah.

untuk detail videonya silahkan ikuti link berikut ini :

http://video.news.viva.co.id/read/25997-aksi-komplotan-ibu-ibu-pencuri-baju-terekam-cctv

Pengutilan Di Swalayan

VIVAnews - Seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) terekam kamera pengintai sedang mencuri di sebuah toko swalayan di kota Kalianda, Lampung Selatan. Pelaku memasukkan barang-barang curian tersebut ke dalam kaus kaki dan rok panjang yang dikenakannya.
Untuk detail aksi pengutilan silahkan ikuti link berikut ini