Tampilkan postingan dengan label Ritail News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ritail News. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Mei 2018

Toko Umat

Di tengah pesatnya bisnis minimarket di Kota Bogor, muncul minimarket Toko Umat yang kental dengan syariat Islam.

Selain cara perdagangan sesuai syariat Islam, juga ada hadiah yang diberikan oleh minimarket Toko Umat mulai dari buku doa hingga perlengkapan shalat.

Nama Toko Umat sendiri terinspirasi dari cara investasinya, yaitu berbasiskan umat, atau berjamaah dengan ketentuan setiap pemegang saham dibatasi berinvestasi minimal Rp500 ribu sampai maksimal Rp5 juta.

Selain minimarket, Toko Umat juga giat bergerak memberdayakan Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di wilayah setempat.

Konsultan Minimarket Toko Umat, Bisma Negara mengatakan, konsep syariah tergerak dengan menjamurnya usaha minimarket di kota hujan. Keuntungan diputar di wilayah minimarket itu buka.

"Baru ada dua di Kota Bogor, pertama di Jalan Bambarung, Kecamatan Bogor Utara dan yang kedua di wilayah Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal yang launching pada Minggu (5/11). Ivestasi berjamaah mengedepankan pemiliknya orang lokal di wilayah, semisal di Mekarwangi, minimal 60 persen pemiliknya warga Mekarwangi agar perputaran uang di wilayah situ saja," ungkapnya belum lama ini.

Ia melanjutkan, sebanyak 30 persen produk yang dijual di Toko Umat dari UMKM lokal Kota Bogor, begitu juga maksimal pemegang saham paling banyak memegang 10 lembar saham yaitu Rp5 juta.

Pembagian keuntungan ke pemilikpun berdasarkan point, aktivitas belanja dan nilai saham. Untuk pembagian hasil kepada pemilik saham sebesar 60 persen dari nilai keuntungan Toko Umat, agar lebih aman dan bermanfaat, usaha ini di bawah naungan koperasi.

"Target untuk di Bogor membuka 100 outlet Toko Umat dan saat ini baru dua. Khusus di Kota Bogor setiap kelurahan memiliki satu Toko Umat," tambahnya.

Bisma menjelaskan, karena orientasi perdagangan Islam, banyak produk muslim di dalam Toko Umat. Konsumen bisa berbelanja sambil belajar hadist ataupun doa, sehingga banyak terpampang hadist di dalam toko.

"Di dekat toilet ada doa sebelum ke kamar kecil atau doa sebelum makan di depan toko. Untuk pemberian bonus kepada pembeli, apabila belanja lebih dari Rp100 ribu mendapat Al-Qur'an dan bila belanja Rp50 ribu dapat buku doa. Musiknya juga kami menggunakan musik Islami dan tentunya saat berbelanja nyaman, apalagi harganya juga lebih murah daripada kompetitor lain," bebernya.

Bisma menuturkan, Toko Umat menjual barang yang dijamin halal. Toko Umat tidak menjual minuman keras dan rokok. Konsepnya juga tidak mematikan warung tradisional, tapi menggairahkan UMKM.

Koperasi Putra dan Putri Indonesia (Kopprindo) resmi membuka Toko atau Minimarket Umat kedua di Jalan KH Ahmad Sya'yani Kayu Manis RT 03/RW 05, Kelurahan Mekar Wangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada Ahad (5/11). Toko Umat tersebut dimiliki oleh lebih dari 300 anggota yang berjuang untuk kebangkitan ekonomi umat.

"Kami juga membina UMKM penghasil produk makanan atau yang lainnya yang layak dijual di Toko Umat. Toko Umat juga bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bogor untuk modal usaha pinjaman dari dana wakaf. Ke depan kami juga akan mengusung konsep Toko Guruku yang memiliki saham adalah para guru Kota Bogor," pungkasnya. [ito]
https://www.inilahkoran.com/?scrname=berita&category=bogor&ID=73622&title=sudah-2-minimarket-islami-toko-umat-hadir-di-kota-bogor

Koperasi Putra dan Putri Indonesia (Kopprindo) resmi membuka Toko Umat di Jalan Pramuka Raya, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas, kemarin (18/3). Toko tersebut merupakan toko umat pertama yang ada di Kota Depok. Toko umat adalah salah satu koperasi yang dibentuk secara berjamaah, tidak didominasi oleh kepemilikan perseorangan.

“Toko ini hadir ditengah masyarakat dibentuk secara berjamaah dari kita, oleh kita, dan hasilnya untuk kita umat muslim dimana saja berada,” ujar Ketua Umum Kopprindo, Teguh Suwito kepada Radar Depok.

Teguh menjelaskan, dengan berdirinya Toko Umat dinilai dapat mengajak masyarakat khsususnya umat muslim berbelanja dengan semangat keimanan, sekaligus membuka peluang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bergabung dengan toko umat.

“Ekonomi umat islam bisa dilihat semakin kalah bersaing dengan pemilik modal asing. Maka dari itu toko umat dibangun untuk bersaing menghadapi persaingan bisnis diluar sana,” lanjutnya.

Pada saat pembukaan toko diberikan harga promo kepada pengunjung yang hadir. Hal tersebut dilakukannya untuk mengajak masyarakat untuk datang ke Toko Umat tersebut.

“Hari ini (kemarin,red) saja promonya, nanti kita lihat dulu pendapatannya berapa dan pengunjung yang datang banyak tidak. Kalau masih kurang kita akan tambah promonya tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, rencana kedepan agar Toko Umat bisa hadir di semua Kelurahan yang ada di Kota Depok.

“Kami sangat berharap dukungan dari semua pihak, agar Toko Umat dapat hadir di beberapa tempat di Kota Depok. Karena Toko Umat ini akan menampung semua masyarakat yang mau berinfestasi seperti para pelaku UMKM,” ucap Teguh.

Dilokasi yang sama, hadir pula Camat Pancoranmas, Utang Wardaya dalam kesempatan tersebut menuturkan, dengan adanya Toko Umat dapat membangkitkan perekonomian warga Depok, khususnya para anggoa UMKM.

“Karena ini kan Toko Umat, keuntungannya pun juga buat umat, semoga membawa kebaikan untuk semuanya,” ujar Utang.

Menurut Utang, Toko Umat dapat membuka peluang bagi para UMKM Kota Depok untuk dapat memasarkan produk-produknya di Toko tersebut.

“Saya akan hubungkan dengan pelaku UMKM di pancoranmas untuk akses di Toko ini. Dengan harapan, toko ini dapat bersaing secara sehat dengan toko-toko atau minimarket lain di Kota Depok,” tutup Utang. (cr3)


sumber: http://radardepok.com/2018/03/toko-koperasi-berjamaah-hadir-di-depok/

Selasa, 16 Mei 2017

Kita Mart

KITA MART,
Pelopor Mini market Berbasis Komunitas


“Mengapa Ummat HARUS Memilih KITA MART, bukan yang lain ?”

Pertanyaan tersebut kerap muncul setiap kali Saya diundang untuk mensosialisasikan KITA MART maupun saat memberikan ceramah dan kuliah umum baik di masjid, kampus, maupun perusahaan.

Setelah bergelut lebih 4 bulan sejak Januari 2017 bersama dengan tim di MTW membidani kelahiran KITA MART, konsultasi panjang kepada banyak ahli seperti pemilik sekaligus pendiri Wardah Cosmetic Ibu Nurhayati Subakat dan Pak Subakat, Pakar Branding Pak Bi dan Pakar Komunikasi Media Pak Ndang Sutisna, beberapa pemilik DC (Distribution Center) dan Konsultan Retail ternama, akhirnya KITA MART pertama lahir di wilayah Jati Asih, Bekasi, pada tanggal 29 Maret 2017 yang kemudian diikuti oleh  KITA MART Bojong Kulur yang didirikan dan dimiliki hampir 600 orang dan direalisasikan dalam waktu hanya 10 hari sejak pertemuan yang diwakili pendiri lebih dari 70 Badan Kontak Masjid dan Musholla.

Ketika berpikir bisnis tentu saja kita tidak bisa hanya mengandalkan emosi sesaat. Bisnis memiliki pakem dan aturan yang sudah baku (business as usual) dan memiliki Faktor Kunci Sukses (KSF) di industrinya masing-masing untuk menang dalam persaingan.

Ketika KITA MART memutuskan masuk ke industri retail (Mini Market) kita langsung berhadapan dengan dua raksasa,”Si Merah dan Si Biru” yang telah menguasai pasar dan jumlahnya lebih 37.000 outlet dengan seperangkat teknologi, dana trilyunan serta pengusaan industri dari hulu ke hilir. Bagaimana KITA MART bisa menang bersaing? Atau katakanlah bisa hadir dan tetap bertahan serta sustain di tengah masyarakat.

Keadaan ini memaksa Saya untuk berfikir keras memecahkan masalah ini. ALHAMDULILLAH dengan izin Allah, Saya menemukan beberapa Strategi Bersaing (Competitive Advantage) yang merupakan Value Creation dari KITA MART.

Satu hal yang menjadi kekuatan kita adalah Ummat. Ummat yang besar sebagai kekuatan purchasing power parity (kekuatan daya beli) itu yang harus kita jaga. Terbukti ketika ummat serentak teriak”Boikot SARI ROTI !”, maka Sari Rotipun limbung. Masalahnya Kita tidak memiliki solusi alternatif sebagai pengganti Sari Roti. Padahal apabila saat itu ummat memilik substisusi pengganti Sari Roti, maka bisa dipastikan merek roti milik ummat akan tumbuh besar.

Meskipun begitu Ummat tidak boleh terus-menerus menjadi objek ekonomi, target produsen yang hanya memperkaya segelintir orang saja dan agar kekayaan tidak beredar hanya dikalangan orang tertentu, untuk itu Ummat perlu dilibatkan tidak hanya sebagai konsumen tapi juga produsen, bahkan sekaligus PEMILIK. Untuk itulah KITA MART hadir di tengah ummat. Dan itulah inti dari SHARING ECONOMY yg menjadi inti dari ekonomi syariah.

Berikut 10 Value Proposition KITA MART yang membedakannya dengan mini market lainnya:

1.100 halal – Tidak menjual barang yang syubhat apalagi haram seperti rokok, kontrasepsi

2.Low entry barier – Biaya pembukaan gerai yang murah, hanya dengan Rp.175 juta ummat sudah bisa memiliki KITA MART bahkan bisa patungan secara berjama’ah

3.Bebas Franchise Fee & Royalti Fee – Tidak dikenakan biaya franchise dan royalti fee selama-lamanya

4.Organic Business – Tetap  dilakukan survey dan harus sesuai dengan kriteria pembukaan gerai, tidak semata punya uang dan tempat

5.Community Base – Dimiliki oleh komunitas atau jama’ah berjumlah belasan, puluhan, bahkan ratusan yang WAJIB menjadi pembeli bulanan

6.Ulama Sebagai Endorsers – Menjadikan ulama dan tokoh masyarakat sembagai endorser atau juru bicara agar ummat berlanja di KITA MART (Target Kami akan bekerjasama dengan 1000 ulama dan ustadz se-Indonesia). Dan sebagai konsekwensinya, tentu saja KEUNTUNGAN dari KITA MART harus dirasakan dan didistribusikan bagi dhuafa di sekitar outlet juga dirasakan oleh para ulama dan ustadz sebagai Kafalah Du’at.

7.Dari, Oleh & Untuk UMMAT – Terdapat pojok UMKM dimana ummat dan jama’ah sebagai pemilik KITA MART dapat menjadi supplier ke KITA MART, serta tidak mematikan warung kecil bahkan menjadikan KITA MART sebagai distributor ke warung kecil.

8.Transparansi  & Profit Sharing Mingguan – Menggunakan application teknologi memungkinkan pemilik (individu maupun jama’ah) dapat mengetahui secara real time penjualan saat itu juga, profit retail saat itu juga dan bagi hasil yang diperoleh saat itu juga. Bagi hasil dapat dibagikan tiap minggu atau tiap bulan dan HARUS di Masjid yang didahului dengan Majelis Ta’lim, Laporan Keuangan KITA MART, baru pembagian keuntungan usaha.

9.Islamic Value – Karyawan berpenampilan dan berperilaku Islami, retail tutup 5 menit menjelang adzan

10.Multiple Source of Income– di KITA MART investor tidak saja memperoleh penghasilan dari penjualan barang kebutuhan sehari-hari yang dijual di KITA MART, tapi Kami telah mendesain beragam penghasilan yang akan diperoleh investor dari toko KITA MART. Dengan demikian sustainability (keberlangsungan) dan keuntungan (profitability) dari investor terjamin.


Ust.Valentino Dinsi, MM, MBA


  1. Pimpinan MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha)
  2. Founder KITA MART – Pelopor Minimarket Berbasis Komunitas
  3. Ketua Umum JPMI, Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia
  4. Dewan Pakar DPP ICMI, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia
  5. Chairman IMBC, International Muslim Business Connection
  6. Dapat dihubungi di 0815 1414 4583
  7. Untuk membuka KITA MART hubungi CEO KITA MART Bpk.Sujana di 0812 3044 611




Silahkan SHARE bila dirasa ini bermanfaat. Dukung dan sebarkan kebaikan ini ke semua saudara-saudara dan sahabat Anda, ajaklah mereka berpartisipasi dalam kebaikan. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Barang siapa mengajak kepada suatu kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun pahala-pahala mereka. Dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapat dosa seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun dosa-dosa


Sumber: www.mtw.or.id/mengapa-ummat-harus-memilih-kita-mart-bukan-yang-lain/

Senin, 10 Februari 2014

Kejar Target, Sentul City Resmikan Giant Ekstra




Penulis : Latief | Jumat, 7 Februari 2014 | 16:50 WIB 


M Latief/KOMPAS.com
PT Sentul City Tbk (BKSL) meresmikan pusat perbelanjaan baru Giant Ekstra. Tampak dalam gambar Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarief Hassan (tengah) didampingi Wakil Bupati Bogor Nurhayanti (ketiga dari kiri), CEO Giant Philippe Broianigo (ketiga dari kanan), Direktur Utama Sentul City Cahyadi Kumala (kedua dari kanan) dan Wakil Direktur Utama Andrian Budi Utama (kedua dari kiri) memotong pita.
BOGOR, KOMPAS.com - PT Sentul City Tbk (BKSL) meresmikan fasilitas baru perbelanjaan terbaru Giant Ekstra, Jumat (7/2/2013). Direktur Sentul City Hartan Gunadi mengatakan fasilitas pusat perbelanjaan baru ini menjadi bagian dari komitmen Sentul City menjadi ikon baru di selatan Jakarta.

"Kami berencana membangun kawasan pembengunan terintegrasi, seperti pusat perbelanjaan, apartemen kelas atas, perkantoran, rumah sakit, hotel, dan sekolah bertaraf internasional, semuanya kami targetkan berdiri di Sentul City," ungkap Hartan.

Sebelumnya, tahun lalu Sentul City juga telah membangun fasilitas wisata Pasar Apung, Rumah Sakit Pertamedika Sentul yang bekerjasama dengan PT Pertamina Bina Medika, serta fasilitas hiburan Jungleland, dan pembangunan Universitas Trisaksti.

Wirry Tjandra, Direktur Komersial PT Hero Supermarket Tbk. mengatakan, Giant Ekstra Sentul City berdimensi 21.443,53 meter persegi dengan tenant mencapai 30 tenant. Ia mengaku optimistis potensi Sentul City sangat besar untuk lokasi pusat perbelanjaan.

"Sehingga gerai kami yang ke-51 ini kami bangun di sini," kata Wirry.

Ia mengatakan, Hero sendiri menargetkan tahun ini dapat menambah gerai Giant sebanyak 30-40 gerai.

Target Sentul City

Terkait pengembangan, Wakil Direktur Utama Andrian Budi Utama mengatakan, Giant Ekstra dibangun di kawasan Central Business District (CBD) seluas 30 hektar. Saat ini, CBD Sentul City sudah terbangun 8 hektar.

"Ke depan di Sentul City akan dibangun tiga sampai 4 CBD," kata Andrian.

Sampai saat ini, lanjut dia, Sentul City sudah mengeluarkan investasi sebesar Rp 2 triliun untuk mengembangkan CBD tersebut. Tahun 2014 ini, Sentul City menargetkan penjualan (marketing sales) sebesar Rp 2 triliun.

"Tahun lalu kami meraih penjualan sebesar Rp 1,5 triliun, ini naik tajam dibandingkan perolehan di 2012 yang sebesar Rp 600 miliar," ungkapnya.

Adapun tahun ini Sentul City telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 800 miliar.

"Karena tahun ini kami akan meluncurkan 10 klaster baru di Sentul City, selain juga membangun apartemen, kondotel, serta perkantoran," kata Andrian.

http://properti.kompas.com/index.php/read/2014/02/07/1650293/Kejar.Target.Sentul.City.Resmikan.Giant.Ekstra
 

Jumat, 22 November 2013

Saingi 7-Eleven, Starmart Tak Sasar Remaja

Selasa, 12 November 2013 19:33 wib

Dani Jumadil Akhir - Okezone

JAKARTA – Industri convienence store di Tanah Air akan semakin ramai. Setelah sejumlah gerai menjamur, kini Starmart siap merebut pangsa pasar.

Direktur Operasional HERO Edison Manalu, menjelaskan konsepconvienence store Starmart memiliki karakter tersendiri yang berbeda dengan kompetitor.

"Kalau 7-Eleven segmennya remaja. Untuk ibu-ibu agak segan belanja di sana. Starmart akan dikembangkan tapi produk yang akan dijual bahan makanan yang lain pelengkap. Tidak meniru persis 7 Eleven," papar saat public expose di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (12/11/2013).

Menurut Edison, Starmart convinence store ini akan dikembangkan HERO di lokasi yang berdekatan simpul kemacetan, apartemen, perkantoran, dan rumah sakit.

"Untuk luas lahan yang dibutuhkan pembukaan gerai Starmart mencapai 30 hingga 200 meter persegi (m2)," pungkasnya.

(wdi)

Starmart Siap Jadi Pesaing 7-Eleven

Selasa, 12 November 2013 19:31 wib
Dani Jumadil Akhir - Okezone

JAKARTA - Guna bersaing dengan perusahaan ritel lainnya PT Hero Supermarket Tbk (HERO) tengah menyiapkan Starmart sebagaiconvienence store tahun depan. Saat ini jumlah gerai Starmart convenience sebanyak 151 gerai.

Presiden Direktur HERO Philippe Broiniago mengatakan, tahun depan akan membuka 20 gerai Starmart dengan investasi untuk membangun satu gerai sekira USD50 ribu atau sekira Rp500 juta.

"Kami ingin memperbanyak jumlah gerai Starmart tanpa mau meniru konsep gerai sejenis seperti 7-Eleven," ungkap Philippe saat public expose di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (12/11/2013).

Philippe melanjutkan, untuk penambahan dan pengembangan Starmart conveince store tahun depan, perseroan membutuhkan investasi sekira USD1 juta atau sekira Rp1,1 miliar. Aksi ini, dilakukan guna meningkatkan kontribusi pendapatan dari segmen ini terhadap pendapatan konsolidasikan.

"Meskipun adanya ketidakpastian pasar dalam bulan-bulan terakhir terhadap kekhawatiran inflasi dan melemahnya nilai tukar rupiah, kami tetap optimistis dan mengharapkan momentum penjualan terus meningkat di kuartal empat," ucapnya.

http://economy.okezone.com/read/2013/11/12/320/895944/starmart-siap-jadi-pesaing-7-eleven

2014, Hero Targetkan Bangun 20 Gerai

Selasa, 12 November 2013 19:35 wib

Dani Jumadil Akhir - Okezone


JAKARTA - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) tengah menyiapkan convience store, Starmart, untuk bersaing dengan 7-Eleven. Selain itu, Hero juga berencana untuk memperkuat bisnisnya dengan menambah gerai baru sebanyak 15 hingga 20 gerai pada 2014.

Presiden Direktur Hero Supermarket Philippe Broianiho mengatakan, untuk penambahan 15 hingga 20 gerai baru membutuhkan dana segar sekiranya Rp1,1 triliun. Angka ini setara dengan alokasi belanja modal pada tahun ini.

"Kami lakukan ini untuk menumbuhkan penjualan perseroan secara positif, sejalan dengan pertumbuhan ritel nasional," ungkap Philippe saat public expose, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (12/11/2013).

Menurut Philippe, pertumbuhan penjualan ritel setiap tahunnya diprediksi dapat tumbuh sebesar 10 persen. Di samping itu, lanjut dia mengungkapkan juga akan segera memboyong merek ritel asal Swedia, IKEA pada tahun depan.

"Kami akan segera memiliki dan mengoperasikan gerai ritel tersebut pada tahun depan. Kalau memang potensinya bagus, kita tambah lagi di wilayah Jakarta dengan luas lahan yang mencapai 4 hektare (ha), akan memberikan kontribusi yang positif terhadap pendapatan perseroan," ucapnya.

Sekedar informasi, sampai dengan kuartal tiga tahun ini, perseroan telah memiliki dan mengoperasikan sebanyak 638 gerai yang terbagi atas 37 gerai Hero, 289 gerai Guardian, 151 gerai Starmart, 49 gerai Giant Ekstra, dan 112 gerai Giant Ekspres. Dengan penambahan gerai pada tahun depan, maka kepemilikan gerai perseroan pada tahun depan berpotensi menjadi 678 gerai. ()

Demi Bangun IKEA, HERO Jual Aset

Selasa, 19 November 2013 | 11:06 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) menjual aset berupa tanah yang berlokasi di Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Dana hasil penjualan lahan ini salah satunya akan digunakan untuk investasi membangun gerai IKEA tahun depan.

Dalam prospektus ringkas perseroan, manajemen HERO mengatakan, tanah dan bangunan yang dijual telah laku seharga Rp 452,5 miliar. Pembelinya adalah PT Sintesis Kreasi Utama. Sintesis merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan, perdagangan, industri, pengangkutan, pertambangan, dan jasa.

Akta perjanjian pengikatan perjanjian jual beli akan ditandatangani 45 hari setelah pembayaran uang muka. Asal tahu saja, HERO telah melakukan tender atas penjualan tanah dan bangunan seluas 11.390 meter persegi (m2).

Harga yang ditawarkan sebesar Rp 450 miliar. Tender telah dilakukan pada 9 September 2013 lalu. Tanah dan bangunan yang dijual ini merupakan kantor pusat HERO. Seperti diketahui, perseroan dan IKEA System telah menandatangani Franchise Development Agreement pada Maret 2012.

Gerai pertama akan dibangun di Alam Sutera Tangerang tahun 2014 mendatang. "Perseroan membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk melakukan pembukaan gerai yang terus menerus," ujar manajemen HERO dalam prospektusnya.

Dana untuk pembangunan gerai pertamana ini ditaksir mencapai 100 juta dollar AS. Rencananya, gerai waralaba ini akan berdiri di atas lahan seluas 5 hektare (ha). (Amailia Putri Hasniawati)
Sumber : KONTAN

Editor : Erlangga Djumena


Buruh Supermarket Sri Ratu Pekalongan Kepung Kantor Tuntut Pesangon

Kamis, 21 November 2013 12:33 WIB
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNNEWS.COM, PEKALONGAN - Puluhan karyawan Supermarket Sri Ratu, menggelar aksi massa di depan Gedung Pasaraya Sri Ratu, di Jalan Merdeka 22, Pekalongan, Kamis (21/11/2013).
Demonstrasi tersebut, menyusul pernyataan pihak perusahaan yang menutup operasional swalayan sri ratu sejak Rabu (20/11/2013) kemarin.
Aksi diawali dengan melakukan orasi di depan gedung tempat mereka sebelumnya bekerja. Seusai menyampaikan aspirasinya, peserta aksi yang berjumlah ratusan orang itu long march ke Gedung Disnakertrans Kota Pekalongan, guna mengadu kepada kepada pihak pemerintah.
Koordinator aksi Afrizal menyatakan, mereka menolak pesangon yang diberikan perusahaan sebesar Rp 1,5 miliar untuk semua karyawan yang berjumlah 200 orang. Mereka menilai jumlah itu tidak sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku.
"Kami mununtut agar pihak perusahaan memberikan pesangon sesuai UU Tenaga Kerja, No 13 tahun 2003 pasar 156 ayat 1 sampai 4 tentang pesangon," ujar Afrizal.
Penutupan pasaraya yang telah berdiri sejak 23 tahun yang lalu itu, dikarenakan sejak tiga tahun terakhir mengalami kerugian. Itu sebagai akibat dari beratnya persaingan dan tingginya kenaikan biaya operasional yang tidak seimbang dengan pertumbuhan hasil penjualan.
Pihak perusahaan menyatakan, bahwa hanya mampu memberikan pesangon sebesar Rp 1,5 miliar untuk semua  karyawan.
Dalam aksi itu, sejumlah karyawan membocorkan ban mobil pikap milik perusahaan. Mereka menggembosi ban mobil pikap itu, karena menduga kardus yang berisi uang tunai hendak dimasukkan ke dalam mobil tersebut.
Selain menggembosi ban, massa juga mengawal ketat mobil berplat nomor H 1657 LF yang diparkir di belakang gedung agar tidak pergi.

Puluhan massa juga mengepung gedung yang terletak di Jalan Merdeka 22 itu, dan menuntut agar pihak perusahan membereskan pesangon mereka.

Gedung supermarket Maxima di Lativa Ambruk


Sabtu [23 November 2013 12:07]
TRIBUNNEWS.COM, RIGA 
Sebuah supermarket di pinggiran kota Riga ibu kota Lativa ambruk. Para pekerja penyelamat, berhasil mengevakuasi sejumlah jasad manusia dari reruntuhan bangungn supermarket tersebut. Menurut retuters.com, jumlah korban tewas akibat insiden tersebut mencapai 51 orang. Saat ini para pekerja penyelamat masih berusaha mencari korban dari balik reruntuhan menggunakan crane.

Mereka juga membersihkan puing-puing bangungan supermarket Maxima, yang berdiri di atas lahan seluas 1500 meter persegi di wilayah pinggiran kota Riga. Sekitar 80 anggota Pemadam kebakaran, terus berupaya untuk mencari korban yang masih belum di ketemukan dalam reruntuhan tersebut. Penyebab runtuhnya gedung supermarket Maxima masih belum di ketahui

Pemerintah Lativa mengumumkan berkabung selama tiga hari. Dugaan sementara runtuhnya atap supermarket Maxima di Riga ibu kota Lativa adalah akibat proyek pembangunan taman dan area bermain anak-anak di atas atap tersebut. 

Senin, 09 September 2013

Dewan Desak Penutupan Dua Minimarket yang Menempel di Bangunan Kantor Pos Yogya

Sabtu, 7 September 2013 11:28 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hendy Kurniawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelanggaran izin pendirian minimarket berjejaring, Indomaret kantor pos Suryotomo dan Circle K kantor pos besar tidak bisa ditolerir. Sebab Perwal nomor 79/2010 tentang pembatasan usaha waralaba minimarket di Kota Yogyakarta, jelas menyebutkan pembatasannya.

Penegasan tersebut diutarakan Ketua Komisi A DPRD Kota, Chang Wendryanto, menanggapi persoalan ini. "Harus tutup. Karena ada di wilayah kota, maka harus menaati aturan kota," ungkapnya, Jumat (6/9/2013).

Pada perwal tersebut, jelas disebutkan hanya ada 52 minimarket berjejaring yang diizinkan beroperasi di kota. Dari 14 kecamatan, hanya 13 kecamatan yang diberi kuota wilayahnya terdapat minimarket berjejaring.

Rinciannya adalah Kecamatan Kotagede (3), Umbulharjo (9), Pakualaman (2), Mergangsan (6), Gondomanan (2), Mantrijeron (3), Wirobrajan (3), Ngampilan (3), Gedongtengen (3), Jetis (3), Tegalrejo (4), Danurejan (3) dan Gondokusuman (8). Sedangkan yang tidak memeroleh kuota pendirian minimarket berjejaring adalah Kecamatan Keraton.

"Sebenarnya tidak ada alasan untuk Dinas Ketertiban untuk tak bertindak. Kami di komisi A mungkin akan bertindak. Tapi tentunya menunggu proses di sana (Dintib)," beber Chang.

Pada pasal 6 poin 1 Perwal tersebut disebutkan jarak minimal minimarket berjejaring adalah 400 meter dari pasar tradisional. Poin 2 pasal yang sama, minimarket berjejaring hanya diperbolehkan pada 41 jalan yang telah ditentukan. Sedangkan Jalan Suryotomo dan Jalan P Senopati tidak masuk dalam daftar jalan tersebut. Dengan demikian, Indomaret Post Shop dan Circle K Post Shop jelas tidak masuk dalam ketentuan pada Perwal 79/2010.

Kabid Pengawasan  Dinas Perizinan Kota, Sutarto, menyatakan pihaknya bekerja atas dasar Perwal tersebut. Artinya, tidak akan ada penerbitan izin baru kepada minimarket berjejaring yang hendak didirikan di wilayah kota.

"Hanya 52 (minimarket berjejaring) yang diizinkan ada. Hampir 90 persen diisi Indomaret dan Alfamart, sisanya Circle K," lugas birokrat beruban ini.

Ditegaskan Sutarto, secara kasat mata Indomaret dan Circle K yang menempel di kantor pos tersebut melanggar Perwal 79/2010. Sedangkan Perda Kota Yogyakarta nomor 2/2005 tentang izin gangguan, jelas dilanggar. Karena saat dilakukan pengecekan pada sistem informasi perizinan belum ada izin yang diurus. Seperti izin gangguan, izin usaha toko moderen dan tanda daftar perusahaan.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Dinas Ketertiban Kota, Bayu Laksmono mengaku akan menunggu proses panggilan ke dua pada 10 September mendatang. Karena pada panggilan pertama hanya supervisor minimarket yang datang dan tidak bisa memberikan penjelasan lebih rinci.

Pada panggilan ke dua, lanjutnya, juga turut diundang perwakilan dari PT Pos Indonesia. Pasalnya, diketahui ada kerja sama antara PT Pos dan dua minimarket berjejaring ini. Meski demikian, pihak tidak bisa serta merta melakukan penutupan. Karena harus melalui mekanisme Perwal nomor 41/2006. Dimana mengharuskan adanya putusan dari Pengadilan Negeri Yogyakarta dan proses tiga kali peringatan.

"Kami akan pelajari dulu apakah ada peraturan di Kementerian BUMN yang memungkinkan adanya pendirian minimarket berjejaring di persil milik PT Pos," ujar Bayu. (hdy)

Senin, 05 Agustus 2013

KOMPLOTAN PENGUTIL SOLO

Siasati Metal Detektor, Lepas Barcode Barang Curian


Minggu, 4 Agustus 2013 19:57 WIB | Rudi Hartono/JIBI/SOLOPOS 
Steven Solomon (baju tahanan)Minggu (4/8) diperiksa petugas Polresta Solo setelah tertangkap mencuri beberapa barang di Superindo, Jl Adi Sucipto, Solo, Tersangka beraksi bersama delapan rekannya dengan modus melepas barcode. (JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SOLO – Polresta Solo berhasil membekuk salah satu anggota komplotan pengutil alias para pencuri di supermarket. Steven Salomon warga Mangga, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara ditangkap Jumat (26/7/2013) saat beraksi di Lion Superindo Jajar Solo. Bagaimana Steven beraksi?
Dalam aksinya mereka melibatkan beberapa orang dengan tugasnya masing-masing. Tersangka merencanakan pencurian itu saat dalam perjalanan dari Jakarta menuju Solo.
Dalam perencanaan itu tersangka mendapat tugas sebagai pengawas dan pengecoh. Sementara ada temannya yang melakukan pencurian.  ketika temannya yang lain mengeksekusi.
Rekan-rekan tersangka mencuri dengan cara melepas stiker barcodedan captage atau tali pengaman yang ada di barang-barang sasaran pencurian.
Sehingga, ketika barang-barang dibawa keluar supermarket, dinding detektor tidak berbunyi.
Selain mengawasi dan mengecoh, tersangka diketahui turut membawa hasil kejahatan. Tak beruntung baginya, ia tidak mengetahui teman-temannya telah keluar dari supermarket dengan membawa barang-barang curian menggunakan satu unit mobil.
Saat ia keluar dari supermarket dinding detektor berbunyi. Karena pada saat itu ia membawa sejumlah barang yang pengamannya belum terlepas.
Petugas satpam pun langsung menangkap dan menggelandangnya ke Polresta Solo

Senin, 29 Juli 2013

40% Stok Produk Carrefour Berasal Dari UKM

Rista Rama Dhany - detikfinance
Jumat, 19/04/2013 15:35 WIB

Jakarta - Corporate Affairs Director PT Trans Retail Indonesia, Adji Srihandoyo mengungkapkan setelah 4 (empat) bulan diakuisisi penuh, Carrefour terus meningkatkan produk-produk yang berasal dari Usaha Kecil Menengah (UKM).

"Saat ini stok produk-produk di Carrfour 40% berasal dari produk UKM," ujar Adji, di acara Peringatan Hari Konsumen Nasional di "Jumpa Pelanggan" di Store Carrefour Lebak Bulus bersama Dirjen Perdagangan RI, Jumat (19/4/2013).

Dikatakan Adji, namun walau berasal dari UKM Carrefour memastikan produk tersebut tetap segar, aman dan murah bagi konsumen.

"Kami juga tahu kalau konsumen bagi kami penting, untuk menjaga konsumen tidak pindah ke 'sebelah' produk kami harus berkualitas, variasi, nyaman berbelanja seperti di rumah sendiri," ungkapnya.

Empat bulan setelah diakuisisi 100% oleh CT Corp, Carrfour masih membenahi kondisi internal.

"Kita belum menentukan target, ini masih awal, kita masih benahi kondisi internal pasca akuisisi, tapi kami yakin kondisinya akan jauh lebih baik dari sebelumnya," tegasnya.

Carrefour juga meyakini betapa pentingnya konsumen, tanpa pelayanan konsumen yang prima konsumen tidak akan memilih Carrefour.

Adji mengungkapkan Carrefour selalu memprioritaskan pelayanan prima yang berorientasi kepada seluruh konsumen, produk yang berkualitas dengan variasi yang lengkap serta harga yang bersaing.

"Kami harapkan semua kegiatan yang kami lakukan dapat selalu memenuhi harapan konsumen setia kami," ujar Adji.

Kamis, 25 Juli 2013

Produk Ilegal dan Kedaluarsa Ditemukan di Supermarket Manokwari

Kontributor Kompas TV, Budy SetiawanJumat, 19 Juli 2013 | 18:53 WIB

MANOKWARI,  KOMPAS.com — Inspeksi mendadak yang dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menemukan sejumlah barang ilegal dan kedaluarsa dijual di beberapa supermarket, Jumat (19/7/2013).

Di salah satu supermarket di Jalan Merdeka ditemukan ratusan barang, yang kebanyakan merupakan produk impor, tidak berlabel izin dari Departemen Kesehatan RI. Barang-barang tersebut termasuk kue, jamur, dan kosmetik.

Sejumlah barang kedaluarsa juga ditemukan dalam sidak tersebut. Barang-barang hasil temuan itu akan dimusnahkan dengan disaksikan langsung oleh pemilik Supermarket.

Kepala Seksi Pemeriksaan BPOM Manokwari, Lukas Doso Nugroho, mengatakan, makanan tanpa label Departemen Kesehatan Republik Indonesia, diduga telah lama diperjualbelikan. Namun karena kurangnya pengawasan, pengelola supermarket tanpa ragu-ragu tetap menjualnya.

“Ini masih sebatas peringatan bagi mereka, nantinya kalau kedapatan lagi, mereka pemilik supermarket akan diberikan sanksi tegas,” kata Lukas, saat ditemui Kompas.com.

Sidak akan terus dilakukan oleh tim gabungan ke beberapa pusat perbelanjaan lainnya di kota Manokwari. BPOM mengimbau semua pengelola pusat perbelanjaan untuk tidak menjual lagi makanan tak berizin ataupun yang sudah kedaluarsa karena akan membahayakan konsumen.
Editor : Kistyarini

Jelang Hari Raya: BPOM Masih Temukan Pangan dengan Zat Berbahaya

Rosmha Widiyani | Rabu, 24 Juli 2013 | 17:56 WIB


JAKARTA, KOMPAS. com- Meski sudah berulang kali dilakukan inspeksi mendadak (sidak) namun BPOM masih saja menemukan bahan pangan mengandung bahan berbahaya. Melalui pemeriksaan lab keliling BPOM diketahui pangan tersebut mengandung formalin dan rhodamin B.

Bahan pangan mengandung zat berbahaya ini ditemukan di dua ritel internasional di kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

"Toko ritel sekalipun tidak menjamin keamanan pangan. Kehati-hatian masyarakat tetap diperlukan," kata Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM, Roy Sparingga pada Rabu (24/7).

Di lokasi inspeksi pertama BPOM mengambil 6 sampel manisan dan menemukan satu produk dengan dengan Rhodamin B yang merupakan pewarna tekstil. Pangan ini adalah manisan pala dengan warna merah menyala.

Inspeksi juga menemukan 5 produk makanan ringan dengan label yang tidak memenuhi ketentuan karena berbahasa China. "Produk ini tidak kadaluwarsa dan sah, namun labelnya tidak memenuhi syarat karena tidak dimengerti semua orang Indonesia," kata Direktur inspeksi dan sertifikasi (insert) pangan BPOM suratmono.

Selain memakai bahasa Indonesia, label seharusnya memuat nama produk pangan. Bila pangan dibuat di luar negeri, label harus memuat nama importir. Selain itu juga harus memuat tanggal kadaluwarsa dan kandungan nutrisi pangan.

Sementara itu di lokasi kedua ditemukan bahan pangan dengan rhodamin B dan formalin. Dari 18 sampel, zat berbahaya ini ditemukan pada 4 jenis pangan dan biskuit kalengan yang kadaluwarsa.  Temuan lain adalah 1 paket manisan berlabel dalam bahasa China, dan 2 bahan pangan olahan dengan kemasan rusak

"Temuan ini tentu akan kita tindak lanjuti. Kita akan bertanya dulu kepada retailer dari mana bahan tersebut didapat," kata Roy.

Selanjutnya bila terbukti bersalah produsen atau pemasok akan dikenai sanksi, baik administratif maupun pidana.

Roy menyarankan masyarakat untuk waspada saat berbelanja. "Belanja dimana saja perhatikan label produk. Setelah itu nomor registrasinya," kata Roy.

Nomor registrasi menjamin produk tersebut sudah melewati pengawasan BPOM, sehingga aman dikonsumsi. Untuk pangan yang diolah dalam negeri diawali dengan huruf MD, yang diikuti 12 digit nomor pendaftaran. Sedangkan bahan pangan yang diolah di luar negeri diawali huruf ML, yang diikuti 12 digit angka.

Editor : Lusia Kus Anna

Prospek Bisnis Ritel Perlengkapan Biarawan, Cerah!

Hilda B Alexander | Selasa, 23 Juli 2013 | 17:06 WIB
Sakol membangun hipermarket "Monk Supply" karena potensinya luar biasa dengan "captive market" besar


BANGKOK, KOMPAS.com - Kita mengenal konsep toko serba ada (toserba) skala besar dengan istilah hipermarket, untuk ukuran lebih kecil bernama super market, sementara mini market untuk toko super mungil.

Toserba tersebut menyediakan segala macam kebutuhan rumah tangga. Mulai dari sembilan bahan pokok, hingga pakaian, hobi, furnitur dan lain-lain. Nah, apa jadinya jika hipermarket khusus menjual perlengkapan dan kebutuhan untuk para biarawan? Yang pasti unik dan menarik.

Adalah Sakol Sangmalee yang membangun hipermarket khusus para biarawan "Monk Supply" bernama Hang Sangkapan dengan modal 50 juta baht (Rp 15,9 miliar). Ia menjual jubah safron, lilin, patung Buddha, CD buku dan barang-barang lain yang dibutuhkan biarawan.

Sakol tak sekadar berbisnis toserba. Ia sudah memperhitungkannya dengan seksama. Selama ini, kebutuhan para biarawan dipasok oleh toko-toko tradisional dengan varian barang seadanya. Lagi pula toko semacam ini tak dilengkapi pengatur udara, lahan parkir, dan layanan lainnya.

Sementara Hang Sangkapan justru mengadopsi konsep hipermarket modern seperti Carrefour, Makro, Lotus dan semacamnya. Sakol bahkan merancang Hang Sangkapan senyaman mungkin dengan desain yang menarik, lengkap dengan layanan antar jemput dan parkir valet. Oleh karenanya, ia mendedikasikan luas lahan Hang Sangkapan untuk tempat parkir pengunjungnya.

Thailand merupakan negara dengan potensi pasar yang luar biasa. Captive market Hang Sangkapan begitu besar karena dari 65,9 juta jiwa penduduknya, mayoritas atau hampir seluruhnya yakni 61,5 juta di antaranya merupakan umat Buddha.

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Thailand, tradisi Theravada masih berlaku. Sebagian besar lelaki Thailand diharuskan menanggalkan baju modernnya dengan jubah safron dan belajar disiplin serta meditasi Budda. Setelah mengikuti tradisi ini, sebagian besar kembali kepada kehidupan modern, sebagian lainnya justru menetap di biara.

Menurut Kantor Buddhisme Nasional, Thailand saat ini memiliki hampir 300.000 bhikku dan lebih dari 60.000 biksu hingga akhir 2012. Jumlah ini jelas merupakan "pasar pasti" bagi Sakol untuk lebih meningkatkan pelayanan pada tokonya.

Hang menjual jubah safron seharga 1.000 baht (Rp 318.752) untuk jenis kain sintetis dan ribuan baht untuk jubah satin bagi para biarawan yang memiliki anggaran belanja lebih banyak.

Sakol menargetkan pendapatan Hang tumbuh 30 hingga 40 persen per tahunnya. Angka ini sebenarnya cukup konservatif mengingat toko-toko tradisional tidak menyediakan layanan selengkap dan serupa Hang. Akan tetapi, 40 persen cukup menggambarkan bahwa bisnis toserba khusus "Monk Supply" begitu prospektif.

Sebuah studi yang dilakukan Kasikorn Research Center dari institusi perbankan setempat menunjukkan bahwa perputaran uang di bisnis pemasok perlengkapan biarawan sekitar 10 miliar baht atau senilai Rp 3,1 triliun.

Sumber :

Toko Swalayan dan Mini Market Wajib Jual Produk UMKM

Slamet Priyatin , Kamis, 25 Juli 2013 | 13:12 WIB
KENDAL, KOMPAS.com - Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengharuskan toko swalayan dan mini market yang ada di wilayah kerjanya untuk menjual produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Kendal.


Widya memerintahkan Dinas Perdagangan agar setiap tiga bulan sekali mengecek toko swalayan dan mini market yang ada, terkait kebijakan ini. Bila ternyata belum, maka mereka akan diberi peringatan.

Bila tiga kali mendapat peringatan ternyata belum juga menjual produk UMKM, toko swalayan tersebut akan ditutup. “Ini penting. Supaya produk UMKM Kendal bisa terjual,” kata Widya Kandi Susanti, Kamis (25/7/2013).

Selain itu, Widya pun mengungkapkan, saat ini banyak swalayan bermasalah, karena berdiri tanpa ada izin. Untuk itu, Widya juga menganjurkan Badan Perizinan dan Penanaman Modal Kendal, untuk melakukan pendataan.

“Jangan sampai keberadaan mini market malah menyusahkan masyarakat, terutama pedagang kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kendal, Kartiko Nursapto mengakui, mini market yang berdiri di Kendal jumlahnya semakin banyak. Kartiko khawatir, keberadaan minimarket itu, bisa mematikan pedagang kecil.

“Banyak masyarakat yang menolak keberadaan mini market. Sebab akan mematikan pedagang kecil,” kata Kartiko.

Kartiko lantas meminta kepada pemerintah daerah, supaya membatasi berdirinya mini market.
Editor : Glori K. Wadrianto

Hypermart: Kontribusi Omzet Ramadan 30-35 Persen

TEMPO.CORAMADAN 2013KABAR PUASA
RABU, 10 JULI 2013 | 10:30 WIB


TEMPO.CO, Jakarta - Ramadan punya berkah tersendiri bagi bisnis retail. Omzet selama sebulan Ramadan punya kontribusi besar bagi penjualan setahun. "Kontribusi penjualan bisa 30-35 persen dari omzet setahun," kata Corporate Communication Director PT Matahari Putra Prima (Hypermart), Danny Kojongian, kepada Tempo, Selasa malam, 9 Juli 2013. 

Selama bulan puasa, menurut Danny, bahan makanan untuk kebutuhan berbuka atau sahur laris manis. Beberapa yang paling dicari seperti buah-buahan segar, sirup, dan kurma. Dua minggu setelah Ramadan, bertepatan dengan turunnya tunjangan hari raya (THR), biasanya penjualan elektronik ikut menanjak. 

"Ada sedikit perubahan dibanding 4-5 tahun lalu. Dulu, banyak makanan dibawa pulang mudik, dalam dua tahun terakhir masih tetap besar,” katanya. Namun, menurut dia, sekarang ada tendensi membeli elektronik, smartphone dan handphone, bukan yang terlalu mahal, untuk dikasih ke keluarga. Penjualan pulsa juga jadi meningkat. Elektronik lainnya yang banyak dicari sebagai kado pada hari raya adalah televisi layar datar dan DVD player.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Danny mengatakan, pihaknya juga akan ikut menggelar acara belanja tengah malam (midnight sale), utamanya menjelang mudik. Meski begitu, kontribusi dari acara ini tak besar. Namun, memberi kesempatan lebih panjang untuk berbelanja. "Biasanya belanja pagi, siang hari, dan malam setelah berbuka, atau kalau ingin menghindari mengantre datang agak malam lagi," katanya.

Ramadan ini, Danny mengatakan, Hypermart akan lebih gencar melakukan promosi. Informasi promo akan dipublikasikan melalui media massa, website, sosial media, pesan BlackBerry, termasuk e-mail, ke pelanggan setia.

Soal daya beli masyarakat pada Ramadan kali ini, apalagi pasca-kenaikan 
harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL), Head of Public Relations Hypermart, Fernando Repi, mengaku optimistis. "Seiring kelas menengah yang membaik, tahun ini diharapkan daya beli tetap bagus," katanya. Meskipun penyesuaian harga di sana-sini kemungkinan akan membuat masyarakat harus menghitung ulang alokasi pengeluarannya, berapa alokasi untuk transportasi mudik dan belanja kebutuhan lainnya.

Omzet diharapkan turut tergenjot dengan kehadiran tiga gerai baru Hypermart yang akan buka pada Ramadan ini, yakni di Siantar, Tegal, dan Mataram, NTB. "Semoga ini bisa memberi kontribusi besar juga," katanya.

MARTHA THERTINA

Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan

Kamis, 23 Mei 2013 | 6:55

[AMBON] Hypermart kini hadir lagi di Kota Ambon. Kurang dari dua tahun, di  Ambon sudah ada dua Hypermart.

http://www.suarapembaruan.com/home/hypermart-kedua-di-kota-ambon-diresmikan/35929

Kehadiran Hypermart sangat membantu pertumbuhan ekonomi daerah. Di saat banyak orang melihat Ambon sebaghai daerah rawan konflik, justru Hypermart hadir dan membuktikan kepada Indonesia bahwa Ambon bisa maju. 

“Hypermart juga memberikan kontribusi positif untuk pemerintah daerah. Karena Hypermat selalu ada di saat masyarakat membutuhkan barang berkualitas dengan harga yang terjangkau,” kata Head of Public Relation PT.Matahari Putra Prima, Tbk, Fernando Repi kepada wartawan di Tantui Ambon, Rabu (22/5). 

Menurut rencana, hari ini,  Kamis (23/5), Hypermart kedua yang berlokasi di Maluku  City Mall Kota Ambon, akan diresmikan. Hypermart ini merupakan gerai ke-4 di Indonesia Timur dan gerai ke-83 seluruh Indonesia.

Hypermart dibangun di atas tanah yang luasnya antara 4.000-5.000 m2. Menurut Fernando, ini adalah model atau satu bentuk penetrasi mengantisipasi keterbatasan lokasi. 

Fernando menjelaskan, Hypermart Tantui Ambon tampil dengan penjualan produk buah-buahan lokal cukup banyak.  

Artinya, peluang kerja sama dengan para pedagang,  pengusaha kecil, menengah, dan koperasi, untuk memasok komoditi  lokal sangat besar. 

“Dengan investasi Rp 50 miliar untuk bangunan dan perlengkapan, Hypermart di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini  menyerap tenaga kerja antara 200 – 250 orang.  

Kehadiran Hypermart kedua di Tantui Ambon telah menyerap sekitar 70 persen tenaga kerja dari Ambon dan beberapa kabupaten lain di Maluku. 

Kebutuhan tenaga kerja dengan ekspansi Hypermart sangat pesat,” kata Fernando. 

Dia menegaskan, Hypermart selalu melihat peluang perkembangan ekonomi di Indonesia Timur. Hypermart bukan menjadi pesaing bagi dunia usaha dalam membangkitkan perekonomian Kota Ambon, tetapi dorongan untuk bangkit bersama. 

Kehadiran Hypermart akan terus membangkitkan pertumbuhan ekonomi Kota Ambon, guna mengurangi tingkat pengangguran.[156]