Indonesia Retail Akademi, lembaga pendidikan bisnis retail. Membantu para pengusaha retail untuk memberikan pengetahuan seluk beluk bisnis ritel di Indonesia
Kamis, 04 Juli 2013
Persaingan Ritel Ketat, Carrefour Indonesia Pasang Strategi 'Midnight Sale'
Jakarta - Carrefour Indonesia yang 100% sahamnya sekarang dimilik Trans Corp mengaku siap bersaing di sektor industri ritel yang mulai menjamur di tanah air. Ada beberapa strategi yang disiapkan PT Trans Retail Indonesia ini, salah satunya dengan program Midnight Sale.
Demikian disampaikan Corporate Affairs Director PT Trans Retail Indonesia Adji Srihandoyo saat ditemui di pelataran Plasa Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (5/7/2013).
"Carrefour siap dengan berbagai macam medan. Caranya menciptakan warna yang berbeda, memenuhi kebutuhan masyarakat, harga bersaing, dan promo-promo seperti midnight sale ini," ujarnya.
Menurut Adji, strategi yang tepat sangat diperlukan, mengingat Indonesia sudah masuk era pasar bebas. Namun menurut Adji, persaingan di industri ritel sangat baik untuk meningkatkan kualitas perusahaan.
"Karena pasar bebas sah-sah saja, ini menantang, tapi tidak apa-apa karena konsumen masyaraat masih besar," ungkapnya.
Adji menyatakan, program midnight sale ini akan dilakukan secara rutin. Pasalnya, promo ini mendapatkan animo masyarakat yang sangat besar.
"Animonya sangat baik karena barang yang didiskon 50 persen merupakan barang yang dibutuhkan masyarakat," ujar Adji.
http://finance.detik.com/read/2013/07/05/130237/2293623/1036/persaingan-ritel-ketat-carrefour-indonesia-pasang-strategi-midnight-sale?f9911023
Senin, 17 Juni 2013
Pencurian barju di Toko
Senin 3 Juni 2013
Aksi Komplotan ibu-ibu mencuri baju di sebuah butik
Tertangkap kamera cctv di sebuah boutique di Makasar. Modus lima pelaku dengan cara mengelabui petugas, aksi pelaku sangat mahir dan berhasil membawa kabur puluhan baju. Hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan di mapolsek tanahkukang Makasar. Kerugian toko di taksir 7 juta rupiah.untuk detail videonya silahkan ikuti link berikut ini :
http://video.news.viva.co.id/read/25997-aksi-komplotan-ibu-ibu-pencuri-baju-terekam-cctv
Pengutilan Di Swalayan
VIVAnews - Seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) terekam kamera pengintai sedang mencuri di sebuah toko swalayan di kota Kalianda, Lampung Selatan. Pelaku memasukkan barang-barang curian tersebut ke dalam kaus kaki dan rok panjang yang dikenakannya.
Untuk detail aksi pengutilan silahkan ikuti link berikut ini
Selasa, 09 April 2013
PONDOK PESANTREN AL MUMTAZ: Profil
PONDOK PESANTREN AL MUMTAZ: Profil: Berdirinya yayasan Al-Mumtaz sebenarnya tidak dapat dipisahkan dari keprihatinan para pendiri terhadap perkembangan bangsa Indonesia. Ind...
Senin, 28 Januari 2013
Indonesia Retail Akademi: Effisiensi Pembelian dan Logistik
Indonesia Retail Akademi: Effisiensi Pembelian dan Logistik: Penurunan daya beli masyarakat saat ini bagi retailer harus diperlakukan sebagai satu peluang untuk dapat memenangkan persaingan. Strategi ...
Effisiensi Pembelian dan Logistik
Penurunan daya beli masyarakat saat ini bagi retailer harus diperlakukan sebagai satu peluang untuk dapat memenangkan persaingan. Strategi paling effektif untuk memenangkan persaingan ditengah daya beli yang menurun adalah dengan menjual produk pada harga jual di bawah harga umum di pasar. Agar tetap menguntungkan walaupun harga sangat rendah, maka retailer perlu mengeffisiensikan pembelian dan sistem logistiknya. Dengan demikian harga beli dan biaya-biaya yang menyertainya dapat diturunkan. Hal-hal yang dapat dilakukan diantaranya:
- Membeli lebih banyak dari lebih sedikit supplier. Strategi ini adalah implementasi dari konsep skala
ekonomi dalam rantai permintaan-penawaran. Semakin banyak membeli berarti
semakin murah harga per unitnya.
- Membeli lebih banyak dengan
mengurangi depth dari assortment. Mengelola depth dari assortment seperti
variasi merek, ukuran, warna, rasa, dan model merupakan salah satu cara
untuk meningkatkan volume pembelian yang lebih besar per item barang,
sehingga harga beli dapat lebih rendah dengan kondisi pembelian yang lebih
baik. Implementasi Category Management dan dukungan
teknologi POS dan Informasi, memegang peranan penting bagi keberhasilan
strategi ini.
- Meningkatkan volume pembelian
dengan membentuk purchasing agent atau commisary. Strategi ini
sangat cocok diterapkan bagi retailer kecil dan menengah yang volume
usahanya masih terlalu kecil untuk dapat menciptakan skala ekonomi yang
memadai. Melalui strategi ini lebih dari satu retailer akan membentuk satu
purchasing agent yang akan mewakili mereka dalam melakukan negosiasi dan
pembelian kepada distributor atau principal. Jika sebelum mebentuk
purchasing agent, dua retailer masing-masing membeli sebanyak 500.000
unit, maka setelah bergabung purchasing agent akan menegosiasikan kondisi
pembelian untuk 1.000.000 unit, sehingga berhak atas harga lebih murah dan
syarat pembayaran yang lebih baik.
- Menciptakan private label bagi produk-produk fast moving. Retailer akan mulai menghitung-hitung untung
ruginya menciptakan private label bagi produk yang fast moving seperti
minyak goreng, sabun cuci, sabun mandi, sirop dan sebagainya. Memiliki
private label berarti peluang untuk menjual harga produk lebih kompettif
dengan margin yang lebih baik dibandingkan produk bernerek ternama. ALDI
(retail chain dari Jerman) misalnya, mampu menjual rangkaian private
labelnya pada harga 30% lebih rendah dibandingkan produk bermerek dengan
kualitas yang sama.
- Meningkatkan effisiensi sistem logistik dengan cara cross docking. Cross docking artinya menciptakan satu titik
pengumpulan dari produk yang dikirimkan oleh supplier sekaligus berfungsi
sebagai titik pendistribusian (distribution center) dari produk-produk
tersebut ke seluruh jaringan yang dimiliki oleh retailer. Cross docking
sangat berbeda fungsinya dengan warehouse. Pada sistem cross docking,
produk tidak boleh menginap lebih dari 24 jam di area distribution center.
Cross docking dapat mengurangi biaya distribusi yang harus dikeluarkan
oleh satu sistem logistik. Dengan adanya cross docking para supplier akan
beroperasi dengan lebih effisien, menurunkan waktu dan jumlah antrian di
toko serta lebih menjamin keseragaman mutu.
- Meminta lebih banyak dari para supplier. Dalam
upaya meningkatkan income perusahaan, retailer akan menggenjot pendapatan
non operasional diantaranya merchandising revenue. Merchandising revenue
misalnya meliputi listing fee, space rent fee, promotion discount, rebate
dan sebagainya. Jaringan yang luas dari retailer disertai dengan bergulirnya
program private label akan meningkatkan bargaining position dari retailer
terhadap para distributor dan principal. Dengan demikian retailer lebih percaya diri untuk meminta lebih banyak
kepada para supplier dibandingkan masa sebelumnya.
Dikutip
dari SMfr@nchise : Store, Merchandise and Franchise Solutions
Fiting Baju
Perubahan perilaku konsumen membuat para retail semakin sering memutar otak. Salah satu gerai fashion di Indonesia mencoba menawarkan kepada konsumennya fiting baju di rumah. Simak webnya :
http://web.metroindonesia.com/homepage.php?menu=mixandmatch#
Dengan begitu konsumen mencoba beberapa baju, accesiriesnya, jika cocok baru mereka ke toko dan membelinya
Pasti sesuai dengan keinginan kosnumennya, selamat mencoba fiting fashion dari rumah
Langganan:
Postingan (Atom)