Selasa, 17 Oktober 2017

Apindo: Lebaran 2017, Daya Beli Warga Melemah, Penjualan Menurun

Senin, 26 Juni 2017 | 20:48 WIB

https://bisnis.tempo.co/read/news/2017/06/26/090887425/apindo-lebaran-2017-daya-beli-warga-melemah-penjualan-menurun

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan bahwa hampir semua perusahaan ritel mengeluhkan turunnya daya beli masyarakat pada Lebaran tahun ini. Penjualan berbagai produk, kata dia, jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Ukurannya memang pada saat hari raya Idul Fitri. Hampir semua pengusaha mengeluh ada penurunan yang cukup signifikan dibanding tahun lalu," kata Hariyadi di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin, 26 Juni 2017.
Hariyadi mencontohkan, untuk produk batik, pengusaha menyatakan bahwa penjualan mengalami penurunan hingga 20 persen dibandingkan tahun lalu. "Mereka mengeluhkan, ini baru pertama kalinya drop sekali," ujarnya.
Turunnya daya beli, menurut Hariyadi, terjadi karena menyusutnya tenaga kerja formal. Menurut data Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, kata Hariyadi, surplus antara peserta yang masuk dan yang keluar kecil, di bawah 20 ribu per April 2017.
"Kalau jumlah angkatan kerja baru adalah dua juta orang lebih, berarti kecil sekali penyerapannya. Ini harus diperhatikan pemerintah. Kalau terjadi penyusutan jumlah pekerja formal, otomatis daya beli terpengaruh karena relatif yang punya daya beli besar adalah pekerja formal," ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berujar perkembangan ritel memang kemungkinan tidak setinggi beberapa waktu terakhir. "Tapi transformasi di sektor ritel ini sangat cepat sehingga pasti ada yang mulai melambat dan ada yang cepat."

Menurut Darmin, apabila ekspor pulih, terutama ekspor hasil perkebunan, konsumsi masyarakat juga ikut pulih. "Memang 2011-2014 berat. Dampaknya masih ada. Tapi di pihak lain ekspor mulai hidup," ujar mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut.

Akhir Perjalanan Gerai 7-Eleven

Fiki AriyantiFiki Ariyanti
30 Jun 2017, 21:30 WIB

Sevel Tutup
Warga memasuki kawasan gerai 7-Eleven di kawasan Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Sabtu (24/6). Penutupan seluruh gerai 7-Eleven di Indonesia akan dilakukan 30 Juni 2017. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Liputan6.com, Jakarta - Seluruh gerai 7-Eleven di Indonesia akan tutup per 30 Juni 2017. Padahal gerai 7-Eleven ini sempat menjadi tempat primadona bagi anak muda untuk nongkrong.
PT Modern Internasional Tbk melalui anak usahanya PT Modern Sevel Indonesia mengelola gerai 7-Eleven dengan konsep berbeda dari bisnis minimarket lainnya. Perseroan membuka gerai pertama di Bulungan pada akhir tahun 2009.
Mereka menyediakan fasilitas wifi, berbagai macam makanan ringan, dan kopi serta minuman terkenal di gerai 7-Eleven yaitu minuman slurpee. Fasilitas ini mendorong masyarakat terutama anak muda betah nongkrong di gerai 7-Eleven. Konsep ini pula yang membuat sejumlah minimarket lainnya meniru model bisnis 7-Eleven.
Bahkan perseroan sempat menikmati manisnya bisnis dari gerai 7-Eleven. Pada 2014, pendapatan perseroan sempat naik menjadi Rp 1,43 triliun dari periode 2013 sebesar Rp 1,27 triliun. Akan tetapi, laba tahun berjalan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 40,34 miliar pada 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 49,22 miliar.
Kinerja perseroan pun merosot  pada tahun-tahun berikutnya. Pada 2016, penjualan turun sekitar 27,45 persen dari Rp 1,22 triliun pada 2015 menjadi Rp 891,42 miliar. Perseroan mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk menjadi Rp 636,48 miliar pada 2016 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 58,42 miliar.
Kabar penutupan seluruh gerai 7-Eleven menjelang libur Lebaran itu pun cukup mengejutkan. Di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen PT Modern Internasional Tbk menginformasikan per 30 Juni 2017, seluruh gerai 7-Eleven di bawah manajemen PT Modern Sevel Indonesia yang merupakan salah satu entitas anak perseroan akan menghentikan kegiatan operasional.
Direktur PT Modern Internasional Tbk Chandra Wijaya mengatakan, penutupan seluruh gerai disebabkan oleh keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh Perseroan untuk menunjang kegiatan operasional gerai 7-Eleven.
Apalagi setelah rencana transaksi material Perseroan atas penjualan dan transfer segmen bisnis restoran dan convenience store di Indonesia dengan merek waralaba 7-Eleven beserta aset yang menyertainya oleh PT Modern Sevel Indonesia sebagai salah satu entitas anak dari perseroan kepada PT Charoen Pokphand Restu Indonesia batal karena tidak tercapainya kesepakatan atas pihak-pihak yang berkepentingan.
"Hal-hal material yang berkaitan dan yang timbul sebagai akibat dari pemberhentian operasional gerai 7-Eleven ini akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku dan akan diselesaikan secepatnya," ujar dia.
Sebelumnya perseroan telah menandatangani business acquisition agreement oleh keduabelah pihak dilakukan pada 19 April 2017 terkait penjualan bisnis 7-ELeven kepada anak usaha PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Penjualan tersebut senilai Rp 1 triliun yang merujuk pada penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan uji tuntas pihak pembeli. Namun penjualan itu batal karena tidak ada kata kesepakatan.
Sejumlah gerai 7-Eleven juga sudah ada yang tutup sebelum 30 Juni 2017. Adapun beberapa gerai 7-eleven yang telah tutup antara lain 7-Eleven Senayan, 7-Eleven Ratu Plaza, 7-Eleven Kebayoran Baru, 7-Eleven kawasan Wolter Monginsidi, dan 7-Eleven Jalan Cilandak KKO.
Salah satu karyawan yang ditemui Liputan6.com pun enggan menjelaskan lebih detil alasan penutupan dan rencana usai penutupan gerai 7-Eleven. "Langsung saja ke manajemen mba," tutur dia.
Saat ditanya apakah ada pesangon yang diberikan, ia pun enggan menjawab. "Kami tidak bisa beri informasi itu, itu privasi," ujar dia.

http://bisnis.liputan6.com/read/3007573/akhir-perjalanan-gerai-7-eleven

Pengakuan Mantan Pegawai Soal Kehancuran 7-Eleven

KAMIS, 29 JUN 2017 10:36 | EDITOR : ILHAM SAFUTRA

DPR: Sevel Hancur Karena Salah Nilai Pasar
JawaPos.com - Meski manajemen 7-Eleven (sevel) menyatakan tutup gerainya secara nasional per 30 Juni 2017, namun secara fakta kondisinya retail itu sudah banyak tidak beroperasi lagi.
Sejumlah toko yang dulu ramai pengunjung kini sudah tidak berpenghuni. Kaca besar di dinding Sevel itu sudah dilapisi kertas putih. Bangku-bangku tempat duduk konsumen sudah tidak ada lagi terpajang.
Salah seorang mantan pegawai Sevel berinisial AM mengungkapkan bagaimana tahun-tahun terakhir sebelum tumbangnya convenience store tersebut.
Dikatakannya, ada banyak indikator hancurnya Sevel ini. Mulai dari buruknya manajemen toko, pergeseran pengunjung ke tempat tongkrongan lain, harga produk tidak sesuai dan lain sebagainya.
Untuk manajemen toko, pada beberapa tahun terakhir kerap oknum kepala toko bermain faktur atau bon siluman. Akibatnya ketika dilakukan audit bulanan diketahui oknum itu telah menggelapkan uang perusahaan yang nilai mencapai puluhan juta rupiah.
"Jadi banyak juga oknum kepala toko berurusan dengan kepolisian atau dikriminalkan," ujar AM kepada JawaPos.com, Kamis (29/6).
AM yang pernah bertugas di Sevel Joglo, Jakarta Barat itu menerangkan, selama ini produk toko dikonsumsi sendiri oleh pegawai tanpa dibayar. Nilai produk yang dimakan itu tidak sedikit. Jika itu hampir merata terjadi di setiap toko, maka wajar manajemen keuangan Sevel hancur.  "Beda halnya barang rusak. Kalau barang rusak di-scan dan dimakan, maka kalau diaudit tidak menjadi temuan," ujarnya.
Lalu soal pergeseran konsumen. Menurut AM yang kini lebih aktif di event organizer (EO) itu, kini konsumen Sevel bukan lari ke kompetitornya, seperti Circle K atau Family Mart, melainkan berpindah ke kafe yang modelnya hampir sama dengan Sevel. Kafe itu menawarkan harga menu relatif terjangkau, menyediakan fasilitas wifi, tempat tongkrongan yang nyaman dan lain sebagainya.
"Kalau di segmennya, Sevel masih bagus. Kini fenomena pergeseran konsumen pindah kafe baru seperti roti bakar dan sejenisnya. Di sana ada wifi juga. Harga produknya juga murah," bebernya.
AM mengakui produk yang dijual sudah tidak worth it dengan barang di toko lain. Terutama produk kebutuhan harian. Produk itu dijual lebih mahal dibandingkan yang dijual di minimarket, seperti Indomaret dan Alfamart. "Jadi hancurnya Sevel bukan dari luar, tapi dari dalam," tandasnya. (iil/JPG)

https://www.jawapos.com/read/2017/06/29/140869/pengakuan-mantan-pegawai-soal-kehancuran-7-eleven

Masuk Bisnis Ritel, Tomikomart Tak Khawatir Bernasib Seperti 7-Eleven

OGA SUKMANA
Kompas.com - 15/05/2017, 11:14 WIB

KARAWANG, KOMPAS.com - Konsorsium Usaha Koperasi Karawang (KUKK) menggebrak pasar ritel Indonesia. Setelah membentuk PT Tomiko Mandiri Indonesia, mereka mulai merambah bisnis ritel.
Akhir pekan lalu, gerai ritel pertamanya yakni Tomikomart diresmikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Karawang.
Kepada Kompas.com, Direktur PT Tomiko Mandiri Indonesia Ihin Solihin menyampaikan optimismenya menjamah bisnis ritel.
Ia tak khawatir nasib Tomikomart akan seperti 7-Eleven yang terus merugi.
"Gini, direktur operasional kami dulunya GM ritel mapan. Saya tanya "Pak, gimana kalau mau mendirikan gerai? Dia akan survei tiga bulan untuk memetakan market. Nah, kami enggak usah memetakan market karena sudah ada marketnya," ujar Ihin.
Saat ini, Konsorsium Usaha Koperasi Karawang (KUKK) terdiri dari 35 koperasi karyawan pabrik di Kawarang. Jumlah anggota koperasi itu tutur Ihin mencapai 75.000 orang.
Para anggota inilah yang menjadi market utama Tomikomart. Kehadiran gerai Tomikomart juga ditempatkan di lokasi yang dekat dengan market yang tidak lain adalah para karyawan yang merupakan anggota koperasi.
Dari sisi harga, Ihin mengatakan semua barang yang dijual di Tomikomart sangat kompetitif dengan para kompetitor gerai ritel yang sudah mapan. Bukan bukan hal aneh ada barang-barang tertentu yang harga jualnya lebih murah dari harga pasar.
Sebab sebagai kepanjangan tangan koperasi karyawan, Tomikomart bisa bekerja sama dengan perusahaan untuk menjual produknya kepada para anggota koperasi.
PT Tomiko Mandiri Indonesia membuka kesempatan bagi koperasi lain yang tertarik membuka gerai dengan brand Tomikomart.
Tawarannya sangat menarik, 99 persen omset akan diberikan kepada koperasi tersebut. Adapun PT Tomiko Mandiri Indonesia hanya mengambil 1 persennya saja.
Dengan begitu maka tujuan pengembangan koperasi sebagai lembaga dan anggota sebagai asset diharapkan bisa tercapai.
Tahun ini, PT Tomiko Mandiri Indonesia menargetkan pendirian 20 gerai di Karawang. Rencananya, konsep pengembangan koperasi serupa juga akan di sebarkan ke kota dan kabupaten seluruh Jawa Barat.

http://ekonomi.kompas.com/read/2017/05/15/111438426/masuk.bisnis.ritel.tomikomart.tak.khawatir.bernasib.seperti.7-eleven.

Hingga Akhir Tahun, Pertumbuhan Industri Ritel Diprediksi Melambat

PRAMDIA ARHANDO JULIANTO
Kompas.com - 13/09/2017, 15:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia ( Aprindo) memprediksi pertumbuhan industri ritel dalam negeri melambat seiring dengan adanya perubahan pola konsumen.
Hal ini terlihat dari data Aprindo yang menyebutkan tren pertumbuhan industri ritel terus menurun sejak tahun 2013 silam.
"Industri ritel saat ini ibarat kura-kura membawa beban, di tahun 2012-2013 itu pada puncaknya, nah sekarang di 2017 membawa beban," ujar Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey saat konfrensi pers di Jakarta, Rabu (13/8/2017).

Roy menjelaskan, pada semester I 2017 industri ritel hanya mengalami pertumbuhan 3,7 persen sedangkan tahun sebelumnya masih di atas 10 persen.
Kendati demikian, Roy memprediksi, pertumbuhan industri ritel pada semester II 2017 tetap akan ada pertumbuhan meski alami perlambatan.

"Harapan kami (pertumbuhan) 8 hingga 9 persen, walaupun kenyataannya akan 6 persen-7 persen atau riil-nya sekitar 7,5 persen," paparnya.
Menurutnya, pertumbuhan industri ritel pada semester II tahun ini bisa didorong dengan terjaganya harga energi baik listrik maupun bahan bakar minyak, serta penurunan suku bunga Bank Indonesia, dan terjaganya iklim investasi yang positif.

"Secara utuh ritel ini masih ada pertumbuhan, tapi ada yang sudah lambat sekali," kata Roy.
Kendati demikian, lanjut Roy, para pelaku usaha ritel modern juga melakukan upaya agar pertumbuhan industri ritel terus terjaga, salah satunya dengan menyelenggarakan promosi maupun diskon belanja demi menarin minat konsumen.

http://ekonomi.kompas.com/read/2017/09/13/152426426/hingga-akhir-tahun-pertumbuhan-industri-ritel-diprediksi-melambat

Jaringan Ritel Mainan Toys R Us Menyatakan Bangkrut

SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN
Kompas.com - 19/09/2017, 10:26 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Jaringan toko ritel mainan terbesar AS Toys R Us dikabarkan bakal mengumumkan kebangkrutan. Toys R Us sendiri telah berusaha memperbaiki bisnis setelah terlilit utang lebih dari satu dekade lalu.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (19/9/2017), Toys R Us  akan mengajukan dokumen Chapter 11 yang merupakan dokumen pengajuan pailit.
Bangkrutnya Toys R Us dipandang sebagai satu lagi pukulan telak bagi toko ritel konvensional yang terpaksa harus gulung tikar akibat anjloknya frekuensi pengunjung dan ancaman dari toko online.
Dokumen pailit memungkinkan Toys R Us melakukan restrukturisasi utang sebesar 400 juta dollar AS yang jatuh tempo tahun depan. Demikian pula, Toys R Us juga bisa merampingkan organisasinya.
Toys R Us juga telah merekrut agen klaim yang membantu proses pailit, restrukturisasi utang, dan urusan terkait.
Beberapa vendor toko ritel mainan itu juga sudah menahan pengiriman barang karena ada kekhawatiran Toys R Us tidak bisa membayar tagihan.
"Pengajuan (pailit) ini benar-benar puncak masalah finansial dalam 15 tahun terakhir. Akhirnya, telur itu pecah," kata analis industri Jim Silver.
Munculnya kabar kebangkrutan Toys R Us membuat saham beberapa vendornya terperosok.
Saham produsen boneka Barbie dan mainan anak Fisher-Price, Mattel Inc anjlok 6,2 persen, serta saham Hasbro, produsen mainan Monopoly, Nerf, dan Transformers merosot 1,7 persen.
Beberapa bank seperti JPMorgan Chase & Co, Barclays Plc, Goldman Sachs Group Inc, dan Wells Fargo & Co dikabarkan bersedia memberikan pembiayaan bagi Toys R Us selama melalui masa bangkrut.
Pengumuman pailit Toys R Us menurut informasi bakal diumumkan hari ini waktu setempat.
Utang Toys R Us kabarnya mencapai 3 miliar dollar AS. Lembaga pemeringkatan Standard & Poor's dan Fitch Ratinga pun langsung menurunkan peringkat utang Toys R Us, yakni CCC- dari S&P.
 
PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorBambang Priyo Jatmiko
SumberBloomberg
TAG: bangkrut pailit
http://ekonomi.kompas.com/read/2017/09/19/102616026/jaringan-ritel-mainan-toys-r-us-menyatakan-bangkrut

Amazon Buka Toko Fisik Go, Tanpa Kasir dan Antre

YOGA HASTYADI WIDIARTANTO
Kompas.com - 06/12/2016, 11:17 WIB
 

Amazon Go (Forbes)
KOMPAS.com — Amazon mendirikan sebuah toko offline atau fisik bernama Go di Seattle, AS. Uniknya, toko ini dirancang serba digital, tanpa ada kasir, bahkan antrean sama sekali.
Pengguna cukup memakai aplikasi Go yang terpasang di smartphone untuk masuk ke toko. Di bagian depan toko, calon pembeli ini akan diminta untuk memindai ponsel di sebuah gate khusus.
Kemudian, pengguna tinggal mengambil barang yang ingin dibelinya. Setelah selesai, pengguna bisa langsung meninggalkan toko, tanpa harus mengantre dan membayar di kasir. Mudahnya, pengguna tinggal datang, ambil barang, kemudian langsung pergi saja.
Pengguna cukup berjalan keluar dari toko dan urusan pembayaran akan otomatis ditagihkan ke akun Amazon miliknya. Bon belanja pun akan dikirimkan langsung ke akun tersebut.
Dalam toko Go sendiri, Amazon membekalinya dengan berbagai teknologi canggih. Beberapa di antaranya adalah sensor, teknologi yang disebut computer vision, dan sebuah algoritma deep learning. Teknologi-teknologi tersebut bekerja sama untuk memantau produk apa saja yang diambil oleh si pembeli.
Tidak hanya bekerja untuk melihat produk apa yang diambil pengguna, teknologi tersebut juga mampu mendeteksi produk-produk yang dikembalikan ke rak belanja.
Menurut Amazon, sebagaimana dilansir KompasTekno dari TechCrunch, Selasa (6/12/2016), toko offline tersebut sebenarnya sudah dikembangkan selama empat tahun belakangan ini.
Toko Amazon Go pertama akan ditempatkan di Seattle, Amerika Serikat, di atas sebuah lahan yang luasnya sekitar 167 meter persegi.
Sementara waktu ini, Amazon Go hanya menyediakan berbagai produk bahan pangan, termasuk makanan siap saji yang dibuat oleh manusia (bukan robot). Orang yang bisa masuk ke toko pun masih dibatasi hanya pegawai Amazon.
Rencananya, raksasa e-commerce itu akan mulai membuka Amazon Go untuk umum pada awal 2017.
 
PenulisYoga Hastyadi Widiartanto
EditorDeliusno
SumberTechCrunch
TAG:Amazon
http://tekno.kompas.com/read/2016/12/06/11170047/amazon.buka.toko.fisik.go.tanpa.kasir.dan.antre