JAKARTA, KOMPAS.com - PT Carrefour Indonesia membantah
adanya informasi yang beredar mengenai rencana Carrefour akan hengkang
dari Indonesia. Perusahaan asal Prancis itu menyatakan akan tetap
berada dan beroperasi di Indonesia
Bantahan tersebut disampaikan Satria Hamid, Head Of Public Affairs Carrefour Indonesia kepada KONTAN di
Jakarta, Rabu (5/9/2012). Satria mengaku kaget dengan adanya informasi
yang menyebutkan Carrefour ingin keluar dari Indonesia tersebut.
Tak
hanya itu itu, Satria juga membantah adanya informasi yang menyebutkan
Carrefour akan menjual bisnis ritel itu kepada pihak lain. "Tidak akan
cabut ke luar negeri dan tidak akan dijual," tegas Satria.
Alasan
Carrefour tidak cabut dari Indonesia adalah, Carrefour saat ini sudah
menjadi penyumbang ekonomi di Indonesia. "Banyak tugas yang belum kami
kerjakan. Karena itu, kami tidak akan hengkang apalagi sampai dijual
kepada pihak lain," ujarnya.
Menurut Satria, posisi saham
Carrefour Indonesia saat ini semakin kuat, karena bos Trans
Corporation, Chairul Tanjung sudah memegang saham Carrefour sebesar 40
persen. "Pak Chairul itu menjadi pemegang saham terbesar untuk
Carrefour di Indonesia," tuturnya.
Yang terjadi menurut Satria
justru sebaliknya. Carrefour akan menambah investasi baru di Indonesia
dengan cara menambah gerai baru lagi di beberapa daerah. Saat ini, kata
dia, Carrefour sudah memiliki 85 gerai. "Kami berencana tambah gerai
lagi,” katanya.
Hal yang sama juga disampaikan Head External Communication PT
Carrefour, Hendrik Andrianto. Ia mengaku tidak mengetahui ada informasi
yang menyebutkan Carrefour keluar dari Indonesia.
Sebelumnya
beredar rumor, Carrefour menutup sejumlah gerainya di berbagai negara
seperti yang terjadi di Singapura. Saat ini, Carrefour melakukan hal
serupa di Polandia dan Turki.
Sebelumnya, jaringan ritel ini juga
melepas sahamnya di Yunani menyusul langkah penyehatan neraca keuangan
jaringan hipermarketnya di Eropa yang membutuhkan pembiayaan 3 miliar
euro. (Nur Ramdhansyah A/Kontan)
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/09/05/15470290/Carrefour.Bantah.Akan.Hengkang.dari.Indonesia
Indonesia Retail Akademi, lembaga pendidikan bisnis retail. Membantu para pengusaha retail untuk memberikan pengetahuan seluk beluk bisnis ritel di Indonesia
Selasa, 20 November 2012
Carrefour Bantah Akan Hengkang dari Indonesia
CT Borong Seluruh Saham Carrefour Indonesia
KOMPAS.com — Bermodalkan dana pinjaman pembiayaan 750
juta dollar AS, konglomerat Chairul Tanjung memborong 100 persen saham
PT Carrefour Indonesia. Itu berarti perusahaan holding CT Corp menjadi pemegang seluruh saham perusahaan ritel asal Perancis tersebut.
KOMPAS.com — Bermodalkan dana pinjaman pembiayaan 750 juta dollar AS, konglomerat Chairul Tanjung memborong 100 persen saham PT Carrefour Indonesia. Itu berarti perusahaan holding CT Corp menjadi pemegang seluruh saham perusahaan ritel asal Perancis tersebut.
Sebagaimana warta Antara pada Selasa (20/11/2012), pengambilalihan saham itu terjadi kemarin. "Kami mengambil sisa 60 persen saham PT Carrefour Indonesia," kata Chairul Tanjung.
Lebih lanjut, Chairul Tanjung yang acap disapa CT itu mengatakan, melalui perusahaan Trans Retail Indonesia, CT Corp mendapat pinjaman dari 10 bank internasional untuk pembelian saham berbanderol Rp 7,2 triliun itu. Dia menyebutkan bank-bank dimaksud adalah Credit Susse, BNP Paribas, J P Morgan Securities, ING Bank, ANZ, Goldman Sachs, Deutsche Bank, Royal Bank of Scotland, Standard Chartered Bank, dan Bank of Tokyo.
"Pinjaman ini jangka waktunya tiga tahun dengan bunga 5 persen. Ini kan perusahaan asing dibeli Indonesia dengan uang asing," ujarnya.
Lebih lanjut, CT mengatakan, PT Trans Retail Indonesia masih diberi hak lima tahun untuk menggunakan merek Carrefour. Ke depan, pihaknya akan menggunakan double brand menjadi Trans Carrefour.
Chairul berharap kinerja Trans Carrefour berjalan dengan baik sehingga bisa meningkatkan pendapatan. Selain itu, tenaga kerja asing yang sebelumnya ada di PT Carrefour Indonesia akan dipertahankan terlebih dulu selama enam bulan ke depan. "Selanjutnya, kami yang menentukan mengenai tenaga kerja asing itu," katanya.
Chairul berharap kinerja Trans Carrefour berjalan dengan baik sehingga bisa meningkatkan pendapatan. Selain itu, tenaga kerja asing yang sebelumnya ada di PT Carrefour Indonesia akan dipertahankan terlebih dulu selama enam bulan ke depan. "Selanjutnya, kami yang menentukan mengenai tenaga kerja asing itu," katanya.Sejatinya, Trans Retail Indonesia sudah membeli 40 persen saham PT Carrefour Indonesia sejak dua tahun silam atau tepatnya pada April 2010. Data CT Corp menunjukkan, PT Carrefour Indonesia saat ini menguasai 40 persen pasar ritel di segmen hypermarket dan supermarket dengan jaringan operasional terdiri dari 85 gerai atau pusat perdagangan di 28 kota di Indonesia. Jumlah karyawannya 28.000 orang.
Perusahaan itu bermitra dengan lebih dari 4.000 pemasok. Dari jumlah itu, 70 persen di antaranya adalah usaha kecil dan menengah. Perusahaan itu melayani lebih dari 72 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Penjualannya melampaui 1,3 miliar dollar AS pada 2011
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/20/16250733/CT.Borong.Seluruh.Saham.Carrefour.Indonesia?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp
KOMPAS.com — Bermodalkan dana pinjaman pembiayaan 750 juta dollar AS, konglomerat Chairul Tanjung memborong 100 persen saham PT Carrefour Indonesia. Itu berarti perusahaan holding CT Corp menjadi pemegang seluruh saham perusahaan ritel asal Perancis tersebut.
Sebagaimana warta Antara pada Selasa (20/11/2012), pengambilalihan saham itu terjadi kemarin. "Kami mengambil sisa 60 persen saham PT Carrefour Indonesia," kata Chairul Tanjung.
Lebih lanjut, Chairul Tanjung yang acap disapa CT itu mengatakan, melalui perusahaan Trans Retail Indonesia, CT Corp mendapat pinjaman dari 10 bank internasional untuk pembelian saham berbanderol Rp 7,2 triliun itu. Dia menyebutkan bank-bank dimaksud adalah Credit Susse, BNP Paribas, J P Morgan Securities, ING Bank, ANZ, Goldman Sachs, Deutsche Bank, Royal Bank of Scotland, Standard Chartered Bank, dan Bank of Tokyo.
"Pinjaman ini jangka waktunya tiga tahun dengan bunga 5 persen. Ini kan perusahaan asing dibeli Indonesia dengan uang asing," ujarnya.
Lebih lanjut, CT mengatakan, PT Trans Retail Indonesia masih diberi hak lima tahun untuk menggunakan merek Carrefour. Ke depan, pihaknya akan menggunakan double brand menjadi Trans Carrefour.
Chairul berharap kinerja Trans Carrefour berjalan dengan baik sehingga bisa meningkatkan pendapatan. Selain itu, tenaga kerja asing yang sebelumnya ada di PT Carrefour Indonesia akan dipertahankan terlebih dulu selama enam bulan ke depan. "Selanjutnya, kami yang menentukan mengenai tenaga kerja asing itu," katanya.
Chairul berharap kinerja Trans Carrefour berjalan dengan baik sehingga bisa meningkatkan pendapatan. Selain itu, tenaga kerja asing yang sebelumnya ada di PT Carrefour Indonesia akan dipertahankan terlebih dulu selama enam bulan ke depan. "Selanjutnya, kami yang menentukan mengenai tenaga kerja asing itu," katanya.Sejatinya, Trans Retail Indonesia sudah membeli 40 persen saham PT Carrefour Indonesia sejak dua tahun silam atau tepatnya pada April 2010. Data CT Corp menunjukkan, PT Carrefour Indonesia saat ini menguasai 40 persen pasar ritel di segmen hypermarket dan supermarket dengan jaringan operasional terdiri dari 85 gerai atau pusat perdagangan di 28 kota di Indonesia. Jumlah karyawannya 28.000 orang.
Perusahaan itu bermitra dengan lebih dari 4.000 pemasok. Dari jumlah itu, 70 persen di antaranya adalah usaha kecil dan menengah. Perusahaan itu melayani lebih dari 72 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Penjualannya melampaui 1,3 miliar dollar AS pada 2011
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/20/16250733/CT.Borong.Seluruh.Saham.Carrefour.Indonesia?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp
Rabu, 17 Oktober 2012
Pakde Minta Pimpinan Daerah Intervensi Toko Modern
Senin, 13 Agustus 2012 17:30 WIB | Dibaca: 328 | Editor: Suyanto | Reporter : Sri Wahyunik
SURYA Online, JEMBER - Pemerintah kabupaten/kota sebaiknya mengintervensi atas maraknya toko modern berjaringan di kabupaten/kota. Demikian diungkapkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo ketika berkunjung ke Jember.
"Harus ada intervensi dari pemerintah kabupaten. Kalau dibiarkan, akan terjadi liberalisasi," ujar Pakde Karwo ketika ditanya soal maraknya toko modern berjaringan di Jember, Senin (13/8/2012).
Pemerintah provinsi, kata Pakde Karwo, telah membuat kebiakan dengan pembuatan Perda. Namun otoritas pemberian izin pendirian toko modern berjaringan adalah pemerintah kabupaten/kota. Pemprov tidak bisa membatasi kebijakan pemkab.
"Kalau jumlah toko modern berjaringan sudah sangat banyak maka Pemkab harus mengintervensi. "Harus ada pembicaraan antara perdagangan pusat dan lokal," tegasnya.
Ia mencontohkan pusat berbelanjaan raksasa Carrefour yang menerapkan sistem yang bagus karena menampung produk milik warga sekitar. Selain itu, rasio jarak juga harus diatur. "Itu bentuk intervensinya, seperti rasio jarak atau mencontoh Carrefour yang menjual produk warga sekitar. Kalau tidak begitu liberalisasi yang terjadi dan itu berbahaya," tegas Soekarwo.
http://surabaya.tribunnews.com/2012/08/13/pakde-minta-pimpinan-daerah-intervensi-toko-modern
Jenis Barang Dagangan Toko Modern Bakal Dibatasi
Tribun Jogja - Senin, 13 Agustus 2012 23:05 WIB
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Barang dagangan yang dijual di pasar modern akan dibatasi. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memproteksi supaya pasar tradisional tidak merugi. Namun demikian soal pembatasan barang dagangan itu menurut Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional Serta Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, Dwi Wahyu Budiantoro masih akan dibahas.
Selain pembatasan barang yang dijual, nantinya akan diatur juga soal harga barang yang dijual di minimarket maupun supermarket Yogyakarta. "Kalau saya usul agar harga barang di minimarket atau supermarket pakai harga sangat tinggi saja sekalian," katanya usai Rapat Paripurna pengesahan Raperda
Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional Serta Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern menjadi raperda prakarsa dewan, Senin (13/8/2012).
Dwi mengatakan Pansus juga akan mengkaji kembali kuota minimarket waralaba yang sekarang jumlahnya 52 se-Yogyakarta.
Menurut dia sebagai kota pariwisata Yogyakarta tidak bisa menutup mata terhadap keberadaan minimarket waralaba. Apalagi minimarket waralaba buka hingga 24 jam.
Namun demikian dia mengatakan yang harus dibatasi adalah toko jejaring yang didirikan di pinggiran kampung. "Kalau yang letaknya di kampung punya pengaruh mematikan pasar tradisional. Kalau yang di pusat kota saya rasa tidak," katanya. (*)
Penulis : Rina Eviana Dewi || Editor : Hanan Wiyoko
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.com
Alfamart Raih Beragam Penghargaan Menyambut HUT ke-13
Tribunnews.com - Kamis, 11 Oktober 2012 00:10 WIB
Jakarta, 10 Oktober 2012. Mengiringi hari jadinya yang ke-13 tahun di Bulan Oktober, Alfamart didapuk beberapa penghargaan baik nasional maupun internasional.
5 Kali Raih Top Brand Award. Diawali dari ajang penghargaan Top Brand Award 2012 pada awal Agustus 2012. Acara penghargaan yang sudah ketigabelas kalinya digelar oleh Lembaga Riset Frontier Consulting Group dan majalah Marketing tersebut, Alfamart sukses membawa pulang penghargaan Top Brand 2012 di kategori Minimarket. Penghargaan tersebut merupakan kelima kalinya bagi Alfamart.
5 Kali Raih IBBA Award. Di pertengahan September 2012, Alfamart pun berhasil menggondol penghargaan sebagai minimarket terbaik dalam ajang Indonesia Best Brand Award (IBBA) yang digelar oleh lembaga survei MARS dan Majalah SWAsembada. Penghargaan ini juga untuk yang kelima kalinya secara berturut-turut diraih oleh Alfamart sejak tahun 2008. Masih dalam ajang yang sama, founder Alfamart Djoko Susanto juga dianugrahkan penghargaan sebagai ‘Indonesia Best Brand Builder Achievement 2012’.
Social Media Award 2012. Memasuki Bulan Oktober, Alfamart juga didaulat untuk menerima penghargaan Sosial Media Award 2012 yang digagas oleh Majalah Marketing, Digital Marketing, serta lembaga survei independent Frontier Consulting Group dan didukung oleh MediaWave Social Media Monitoring Platform.
Jam Buka Toko Modern Akan Dibatasi
Jam Buka Toko Modern Akan Dibatasi
Tribun Jogja - Senin, 15 Oktober 2012 20:31 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Kisruh penertiban toko modern di wilayah bantul belum selesai. Sebelumnya, pedagang pasar Piyungan telah melayangkan protes terhadap Satpol PP perihal belum ditutupnya sebuah toko modern di daerah Srimartani yang jelas-jelas melanggar Perda No 16 tahun 2010 tentang pengelolaan pasar.
Kali ini Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Bantul boleh sedikit lega, harapan mereka mengenai peraturan jam buka toko modern akan segera terealisasi.
Menurut Ketua Panitia Khusus (Pansus), Ichwan Tamrin, perubahan Perda No 16 tahun 2010 tentang Pengelolaan Pasar dan Pengendalian Toko Modern, mengatur bahwa jam buka toko modern yang berdekatan dengan pasar tradisional akan dibatasi mulai pukul 09.00 hingga pukul 24.00 WIB.
"Usulan para pedagang memang mulai buka pukul 10.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB," ujarnya pembahasan dalam pansus, Senin (15/10/2012).
Ia menambahkan, setelah mempertimbangkan sejumlah aspek, Pansus menetapkan jam operasi toko mulai pukul 09.00 hingga pukul 24.00 WIB.
"Sudah kami bahas dalam agenda rapat pansus hari ini dan semua anggota Pansus menyatakan setuju, jam buka tersebut hanya berlaku untuk toko modern yang jaraknya kurang dari tiga kilometer sesuai perda no 16 tahun 2010," ungkapnya.
Sementara itu, bagi toko yang letaknya tidak berdekatan dengan pasar tradisional diperbolehkan beroperasi selama 24 jam.
Mengenai sejumlah toko modern yang berdekatan dengan pasar sementara masa berlaku perizinannya telah habis, mereka masih dapat melakukan perpanjangan izin. "Bisa diperpanjang karena keberadaan sejumlah toko tersebut mendahului lahirnya Perda No.16 tahun 2010," paparnya.
Nantinya, dalam Perubahan Perda No 16 tahun 2010 bakal dicantumkan definisi toko modern. Sehingga, persoalan toko modern yang sempat menimbulkan polemik dapat dipahami.
"Di luar UMKM dan Koperasi, namanya toko modern," ujar Wakil Ketua Pansus, Yudha.
Lanjutnya, belakangan ini di Kabupaten Bantul telah menjamur toko-toko yang memiliki desain mirip toko modern, namun menggunakan modal yang terbatas, maka ketentuannya tidak disamakan dengan toko modern.
"Parameternya menggunakan besaran modal yang digunakan. Bila modal di atas Rp 500 Juta maka masuk kategori toko modern, dan modal di bawahnya masuknya dalam kategori UMKM," paparnya. (*)
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Kisruh penertiban toko modern di wilayah bantul belum selesai. Sebelumnya, pedagang pasar Piyungan telah melayangkan protes terhadap Satpol PP perihal belum ditutupnya sebuah toko modern di daerah Srimartani yang jelas-jelas melanggar Perda No 16 tahun 2010 tentang pengelolaan pasar.
Kali ini Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Bantul boleh sedikit lega, harapan mereka mengenai peraturan jam buka toko modern akan segera terealisasi.
Menurut Ketua Panitia Khusus (Pansus), Ichwan Tamrin, perubahan Perda No 16 tahun 2010 tentang Pengelolaan Pasar dan Pengendalian Toko Modern, mengatur bahwa jam buka toko modern yang berdekatan dengan pasar tradisional akan dibatasi mulai pukul 09.00 hingga pukul 24.00 WIB.
"Usulan para pedagang memang mulai buka pukul 10.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB," ujarnya pembahasan dalam pansus, Senin (15/10/2012).
Ia menambahkan, setelah mempertimbangkan sejumlah aspek, Pansus menetapkan jam operasi toko mulai pukul 09.00 hingga pukul 24.00 WIB.
"Sudah kami bahas dalam agenda rapat pansus hari ini dan semua anggota Pansus menyatakan setuju, jam buka tersebut hanya berlaku untuk toko modern yang jaraknya kurang dari tiga kilometer sesuai perda no 16 tahun 2010," ungkapnya.
Sementara itu, bagi toko yang letaknya tidak berdekatan dengan pasar tradisional diperbolehkan beroperasi selama 24 jam.
Mengenai sejumlah toko modern yang berdekatan dengan pasar sementara masa berlaku perizinannya telah habis, mereka masih dapat melakukan perpanjangan izin. "Bisa diperpanjang karena keberadaan sejumlah toko tersebut mendahului lahirnya Perda No.16 tahun 2010," paparnya.
Nantinya, dalam Perubahan Perda No 16 tahun 2010 bakal dicantumkan definisi toko modern. Sehingga, persoalan toko modern yang sempat menimbulkan polemik dapat dipahami.
"Di luar UMKM dan Koperasi, namanya toko modern," ujar Wakil Ketua Pansus, Yudha.
Lanjutnya, belakangan ini di Kabupaten Bantul telah menjamur toko-toko yang memiliki desain mirip toko modern, namun menggunakan modal yang terbatas, maka ketentuannya tidak disamakan dengan toko modern.
"Parameternya menggunakan besaran modal yang digunakan. Bila modal di atas Rp 500 Juta maka masuk kategori toko modern, dan modal di bawahnya masuknya dalam kategori UMKM," paparnya. (*)
Rabu, 03 Oktober 2012
Seminar Cara Jitu Jadi Pengusaha Retail
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/07/09/123658/Seminar-Cara-Jitu-Jadi-Pengusaha-Retail
SEMARANG, suaramerdeka.com - Kehadiran modern retail (minimarket) menjadikan persaingan dagang semakin ketat. Dari itulah kemudian muncul tuntutan bagi para owner retail berkonsep tradisional untuk melakukan perubahan. Tanpa upaya itu maka peluang terhimpit semakin besar.
Mantan General Manager minimarket modern Indonesia Iswarin pada Seminar Cara Jitu menjadi Pengusaha Retail yang diselenggarakan oleh DIVI EO dan Suara Merdaka yang akan berlangsung di Hotel Horison Simpanglima Semarang Jumat (14/7) pukul 17.00 akan mengupas tuntas strategi memulai bisnis retail.
"Pada seminar itu, saya akan memberikan cara bagaimana membuat toko konvensional (kelontong, bahan bangunan, accessories) menjadi sebuah toko dengan system manajemen modern layaknya minimarket ternama. Jika ingin membuat/memulai bisnis retail agar ramai pelanggan, laba naik terus, manajemen rapi, hati tenang, bisa liburan dan toko tetap buka, maka mengikuti acara ini tidaklah rugi," papar konsultan retail Nasional yang sudah pengalaman lebih dari 20 tahun itu.
Selain itu, Iswarin yang juga pemilik www.iswarin.com akan memberikan materi seputar bisnis retail seperti pemilihan lokasi, desain toko, lay out barang, cara promosi yang hemat tapi dahsyat, merancang system, membuat SOP dan software yang terintegrasi.
"Seminar ini akan sangat membantu bagi masyarakat yang sedang dan akan berbisnis minimarket/supermarket/toserba, toko bahan bangunan, fashion/FOP/distro/dept store, accessories/seluler. Tiketnya hanya Rp 99 ribu untuk 100 pembeli pertama, selanjutnya Rp 150 ribu. Biaya bisa di transfer BCA nomor rekening 3270315975 atas nama Yosef R Setyawan, bukti transfer sebagai tiket yang sah. Cara mendaftar cukup sms dengan format NAMA#RETAIL#SEMARANG dan kirim ke 087812814148," paparnya.
SEMARANG, suaramerdeka.com - Kehadiran modern retail (minimarket) menjadikan persaingan dagang semakin ketat. Dari itulah kemudian muncul tuntutan bagi para owner retail berkonsep tradisional untuk melakukan perubahan. Tanpa upaya itu maka peluang terhimpit semakin besar.
Mantan General Manager minimarket modern Indonesia Iswarin pada Seminar Cara Jitu menjadi Pengusaha Retail yang diselenggarakan oleh DIVI EO dan Suara Merdaka yang akan berlangsung di Hotel Horison Simpanglima Semarang Jumat (14/7) pukul 17.00 akan mengupas tuntas strategi memulai bisnis retail.
"Pada seminar itu, saya akan memberikan cara bagaimana membuat toko konvensional (kelontong, bahan bangunan, accessories) menjadi sebuah toko dengan system manajemen modern layaknya minimarket ternama. Jika ingin membuat/memulai bisnis retail agar ramai pelanggan, laba naik terus, manajemen rapi, hati tenang, bisa liburan dan toko tetap buka, maka mengikuti acara ini tidaklah rugi," papar konsultan retail Nasional yang sudah pengalaman lebih dari 20 tahun itu.
Selain itu, Iswarin yang juga pemilik www.iswarin.com akan memberikan materi seputar bisnis retail seperti pemilihan lokasi, desain toko, lay out barang, cara promosi yang hemat tapi dahsyat, merancang system, membuat SOP dan software yang terintegrasi.
"Seminar ini akan sangat membantu bagi masyarakat yang sedang dan akan berbisnis minimarket/supermarket/toserba, toko bahan bangunan, fashion/FOP/distro/dept store, accessories/seluler. Tiketnya hanya Rp 99 ribu untuk 100 pembeli pertama, selanjutnya Rp 150 ribu. Biaya bisa di transfer BCA nomor rekening 3270315975 atas nama Yosef R Setyawan, bukti transfer sebagai tiket yang sah. Cara mendaftar cukup sms dengan format NAMA#RETAIL#SEMARANG dan kirim ke 087812814148," paparnya.
Langganan:
Postingan (Atom)